DENPASAR, radarbali.id – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bali saat ini masih menelusuri kasus pengeroyokan yang berujung tewasnya pemuda berinisial Adhi Putra Krismawan, 23, di Jalan Raya Sempidi-Dalung, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.
Pasalnya, pihak kepolisian mengatakan, lima orang pelaku merupakan anggota perguruan silat perantau di Bali. Mereka adalah RS, 25, BFH, 18, AM, 17, OYB 21, dan AH, 25.
“Sementara saya baru baca informasi kalau tersangka mengaku dari PSHT,” ujar I Bagus Jagra Wibawa, Ketua Harian IPSI Bali (24/1/2024).
Hanya saja, kata Jagra jika PSHT di Bali hanya ada 2. Yakni PSHT Pusat Madiun dan PSHT Winongo. “Ini masih kami telusuri. Karena keduanya (organisasi PSHT di Bali) yang saya hubungi, semua tidak mengaku kenal dengan tersangka,” ungkapnya.
Jagra juga melihat jika memang salah sasaran, maka kemungkinan hal tersebut benar. “Kalau tersangka mengaku salah sasaran, agak relevan. Karena di hari yang sama ada acara HUT IKSPI Kera Sakti Denpasar,” sebutnya.
“Kalau benar ada korelasi bahasa “salah sasaran”, ada kemungkinan yang mereka incar adalah anggota IKSPI Kera Sakti. Karena benar ada pertikaian antara PSHT dengan Kera Sakti di Jawa Timur,” sambung Jagra lagi.
Jika memang benar mereka pesilat, apakah layak sikap seorang pesilat seperti itu? “Sangat-sangat tidak layak. Di Bali banyak ada perguruan silat yang lebih besar dan kuat. Tapi tidak ada yang seperti ini modelnya (para tersangka),” tegasnya.
“Pesilat membukukan prestasinya di medan laga pertandingan. Bukan seperti ini,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, pihak kepolisian menyebut peristiwa ini bermula saat para tersangka mendapat informasi melalui grup perpesanan WhatsApp terkait ajakan tawuran dengan salah satu kelompok pencak silat lainnya di Bali, Senin (15/1/2024).
Sekitar pukul 23.40 Wita, para tersangka akhirnya menemukan kelompok perguruan silat yang menjadi musuhnya dan terjadilah perkelahian.
Namun, perkelahian tersebut tidak berlangsung lama. Warga sekitar berhasil membubarkan keributan kedua kelompok tersebut.
Emosi pun tampak belum bisa diredam. Para tersangka berkumpul di tikungan Jalan Raya Sempidi-Dalung.
Targetnya untuk menunggu beberapa orang kelompok pencak silat yang berkelahi dengan mereka. Tak lama, para tersangka melihat ada tiga pengendara sepeda motor mengunakan pakaian serba hitam seperti anggota kelompok musuh.
Pengendara tersebut melintas dengan kecepatan tinggi. Melihat hal itu, para tersangka langsung tancap mengejar ketiga pengendara motor tersebut untuk kembali melakukan penyerangan.
Nah, salah satu dari tiga pengendara sepeda motor berpakaian hitam itu adalah korban yang hanya kebetulan melintas di lokasi.
Karena panik dikejar para tersangka, korban pun terjatuh dan menabrak tiang listrik dan kemudian pengeroyokan hingga penikaman pisau terjadi dan membuat korban meninggal dunia.***
Editor : M.Ridwan