DENPASAR, radarbali.id - Juru Bicara Polda Bali Kombespol Jansen Avitus Panjaitan, Katim Lidik Sidik Ditipidum Bareskrim Polri Kombespol Whisnu Caraka menjelaskan, langkah yang diambil tim yakni pemeriksaan para saksi dan bukti serta rekaman CCTV, dan lain sebagainya.
Tim Gabungan Bareskrim, Polda Bali dan Polres Badung, lakukan penyelidikan secara intensif secara Scientific Crime Investigation kasus penembakan brutal oleh gengster Meksiko pada geng Turki.
"Ya melalui jejak digital, IT, CCTV dan lainnya. Dari tempat rental motor, kemudian GPS itu, diketahui identitas dan keberadaan para dari Meksiko ini," kisahnya.
Diketahui mereka ngobtak di perumahan Jalan Jempiring, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung. Dan dilakukan penggerebekan, Sabtu 27 Januari 2024 sekira pukul 08:00.
Tim gabungan Dittipidum Bareskrim Polri, Ditreskrimum Polda Bali dan Satreskrim Polres Badung dan dengan bantuan perkuatan pasukan taktis dari Satbrimob Polda Bali, dalam proses penangkapan tersebut diamankan tiganya sedang tidur di dalam rumah.
"Nangkap pagi saat mereka masih tertidur nyenyak. Tidak Ditemukan senjata. Kami masih lidik," ungkapnya.
Modus operandi memang telah direncanakan. Bahwa perencanaan tersebut dilakukan oleh para pelaku dengan terlebih dahulu melakukan survey beberapa jam sebelum melakukan kejahatan di Vila The Palm House. Diduga iduga kuat telah menyiapkan senjata api untuk menjalankan aksinya.
Motif dari kejahatan tersebut berdasarkan hasil sementara proses penyidikan adalah, untuk merampas barang berharga milik para korban. Sedangkan untuk motif-motif lainnya masih pendalaman pada proses penyidikan. "Menyangkut Kaitan Kartel Narkoba masih didalami," kisahnya.
Pihaknya menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap nama Sicairos Valdes Roberto. Terhadap senjata api yang digunakan dan melakukan penyelidikan lebih lanjut guna pengembangan. Tentunya terhadap orang-orang yang diduga terlibat atau turut membantu para tersangka dalam melancarkan kejahatannya.
Juga telah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi pusat dan jajaran agar selalu melakukan pengawasan terhadap keluar masuk Bali khususnya orang asing. "Kita sudah koordinasi dengan Imigrasi, identitas DPO sudah dikantongi. Sejauh ini identitas itu belum keluar dari Indonesia," kisahnya. ***
Editor : M.Ridwan