MANGUPURA, radarbali.id - Ada ada saja kejadian menjelang Pemilu 2024. Terbaru melibatkan empat orang perantau asal Manggarai, NTT, bernama Karlogius Taga, 22. Hermanus Mala, 25. Thomas Akuino Savio Romang, 21. Dan Salesius Jemius alias Charles 26.
Diduga terpengaruh alkohol, mereka nyaris di massa ribut dengan pemuda banjar Basang Tamiang, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, mendadak riuh, Sabt 10 Februari 2024 sekitar pukul 21.00.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Badung Iptu I Ketut Sudana menjelaskan, keributan ini bermula ketika salah seorang dari empat pemuda melindas bambu alat kampanye yang sudah diturunkan oleh pemuda, di Jalan Raya, depan Balai Banjar.
Ketika dihimbau untuk hati-hari, Karlogius Taga malah memperlihatkan kemarahan dengan tatapan menantang. Warga sempat menanyakan maksud dari gelagatnya. Bahkan warga lokal yang ada di lokasi bertanya, apakah ada masalah?
Justru pemuda asal Manggarai, NTT, ini menjawab, "Hanya mau belanja," kutip kasi Humas Polres Badung.
Setelah menjawab pemuda tersebut langsung menancap gas sepeda motor dan pergi.
Lalu tak berselang lama, dua pemuda berboncengan kembali menghampiri enam warga yang menurunkan alat kampanye tadi.
Turun dari motor dan menantang orang-orang berkelahi seraya membuka baju. Salah satu warga menyuruh mereka agar memarkir sepeda motor di pinggir jalan supaya tidak bikin macet.
"Himbauan itu dituruti. Tapi tetap saja mengajak ribut warga di sana. Situasi tegang ketika dua teman yang sama samai merantai di Bali, tiba di Lokasi," kisah Jubir Polres Badung ini.
Melihat gelagat aneh, warga membunyikan kulkul bulus (kentongan) di Balai Banjar sebagai tanda bahaya. Warga dan Linmas setempat kemudian berbondong-bondong datang dan menginterogasi empat pemuda tersebut.
Mereka juga nyaris diamuk massa. Beruntung emosi warga berhasil diredam setelah kepala lingkungan dan aparat datang mengamankan para pemuda tersebut ke Polsek Mengwi.
Jalannya pemeriksaan, ke empat pemuda perantau asal Flores, NTT ini mengaku telah bersalah. Dan para pemuda banjar setempat mau menyelesaikan secara kekeluargaan. Permintan warga, diharapkan mereka tidak mengulanginya kembali dengan membuat pernyataan.
"Warga berharap mereka tinggal di Bali mencari rezeki di Bali ikut juga menjaga ketertiban dan keamanan. Dan permintaan itu dikabulkan oleh 4 pemuda ini," timpal Kasi Humas.
Pun berjanji untuk tidak melakukan minum-minuman keras lagi, terutama di tempat umum.
"Sudah diarahkan nanti pada saat kembali ketempat kerja supaya tidak membuat masalah kembali. Empat pemuda tersebut bersalaman kemudian dipulangkan," tutup Iptu I ketut Sukadi.***
Editor : M.Ridwan