MANGUPURA, radarbali.id - Kasus penyerangan di arena Futsal Kuta Utara akhinya damai. Enam orang pemuda asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu DJD, LAL, MMK, SM, HD dan YMK, bisa bernafas lega.
Pasalnya, anggota Kompi A Yonif 900/SBW inisial SH, yang diserang di Lapangan Futsal Jalan Taya Kerobokan No. 88, Kuta Utara Badung, Rabu 7 Februari 2023 sekitar pukul 20.00, telah memberikan maaf dan mencabut laporannya, beberapa hari lalu.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Badung Iptu I Ketut Sudana mengatakan, berakhir sudah proses hukum kasus penyerangan yang dilakukan sekelompok orang terhadap anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Serda S di Lapangan Big Ball Futsal Arena, Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara Badung.
"Para pelaku yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan itu telah dipukangkan," ungkapnya.
Pelaku berjumlah enam orang, yaitu DJD, LAL, MMK, SM, HD dan YMK, kini bisa menghirup udara bebas.
"Jadi kedua belah pihak, mereka menyampaikan keinginannya untuk diselesaikan secara kekeluargaan, baik dari pihak TNI dan pihak pelaku," ujarnya.
Namun, Sudana tak membeberkan apa alasan yang mendasari perdamaian tersebut. Terpisah, Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, Kolonel Inf Agung Udayana membenarkan.
Dikatakan, masalah penyerangan oleh sekelompok orang terhadap anggota TNI ini sudah berakhir damai. Perkaranya sudah ditutup dimediasi di Polres secara kekeluargaan.
Para pelaku sudah minta maaf kepada anggota dan pihak TNI. "Anggota TNI pun diminta menahan diri agar tidak terprovokasi sesuai arahan Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Harfendi. Mengingat saat ini dalam masa Pemilihan Umum (2024)," kisahnya.
Baca Juga: Di Karangasem Belasan rumah Hingga Motor Terendam Material Lumpur, Ini Penyebabnya
Artinya kata dia, keamanan wilayah menjadi yang utama. Seperti berita sebelumnya, Anggota TNI yang bertugas di Kipan A Kesatuan Yonif 900/SBW berinisial Serda SH mengalami luka-luka akibat diserang oleh puluhan orang di Big Ball Futsal Arena, Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara Badung, motifnya salah paham karena HP anggota TNI tersebut hilang.***
Editor : M.Ridwan