Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Lelaki WNA Amerika Serikat Diamankan, Diduga Culik Bocah Cilik 8 Tahun, Begini Modusnya

Andre Sulla • Kamis, 28 Maret 2024 | 11:05 WIB

 

 

PEDOFIL?: WNA Amerika Serikat yakni David Catan Zano Broida berurusan dengan hukum.
PEDOFIL?: WNA Amerika Serikat yakni David Catan Zano Broida berurusan dengan hukum.

DENPASAR, radarbali.id – Dugaan penculikan anak oleh orang asing di Bali kembali terjadi. Kali ini lelaki WNA Amerika Serikat yakni David Catan Zano Broida berurusan dengan hukum.

Pria usia 33 tahun ini ditangkap Unit PPA Satuan Reskrim Polresta Denpasar, di kediamnnya di perumahan Puri Nuansa Block 14 No. 21,  Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Rabu (27/3) sekitar pukul 13.30. Kuat dugaan pemilik Passport 659725XXX, terlibat masalah culik anak gadis usia 8 tahun inisial Ni Putu APSD.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombespol Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, WNA asal Amerika ini diamankan berdasarkan laporan orang tua anak,yakni  Ketut Artha Suganda Adi Putra melaporkan pelaku ke Polresta Denpasar. Tentu berdasekan Laporan Polisi No.LP-B/67 / III /2024/SPKT/Polresta Denpasar/Polda Bali tanggal 25 Maret 2024.

 Baca Juga: Terendus! Oknum Penyidik Diduga Peras Keluarga 3 Pelaku BBM Ilegal Rp 90 Juta, Paminal Polda Bali Obok-obok Dit Polair

Tentu tentang tindak pidana penculikan anak dibawah umur, sebagaimana dimaksud dalam pasal 76F Jo pasal 83 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002.

"Tempat tinggal terlapor dan korban ini berdekatan. Berdomisili di Perum Kori Nuansa Ungasan, Kutsel, Badung," kisahnya.

Adapun kronologis kejadian, bocah cilik yang masih duduk di bangku SD ini sedang bermain dengan sepupu I Kadek NG, 8 depan rumah.

Lalu keduanya pergi kewarung melewati tempat tinggal lelaki Amerika. "Di sana, dua bocah ini bertemu dengan David Catan Zano Broida. Dia mengajak korban ngobrol dengan bahasa ingris," ungkap Mantan Kapolresta Denpasar, Rabu (27/3).

Karena anak-anak ini tidak bisa berbahasa Inggris, mereka hanya bisa terdiam sambil senyum-senyum.

Tiba-tiba Broida menarik tangan kiri salah satu dari dua bocah, yakni Ni Putu APSD. Saat itu juga, I Kadek NG, panik ketika melihat langsung Orang Asing ini menarik tangannya lalu menggendong, lalu dibawa masuk ke halaman rumah, lalu pelaku langsung mengunci pagar rumah.

 Baca Juga: Tok! AWK Resmi Dipecat, Presiden Jokowi Terbitkan Keppres Pengangkatan Ambara Putra, Dilantik 28 Maret di Gedung MPR/DPD RI

I Kadek NG bergegas kabur pulang rumah. Sementara itu, setelah menawarkan masuk sang bocah, bule ini mengambil pisau di dapur. Karena ketahuan, gadis cilik ini hanya bisa berteriak, “Help Help Help," begitu keterangan anak kepada orang tua dan pihak Kepolisian. Selanjutnya pelaku menaruh pisaunya di atas meja. Di tempat terpisah, keluarga telah mendapatkan laporan dari I Kadek NG.

Lalu, bibi dari Ni Putu APSD dan paman yang bernama Ajik Ngurah bergegas datangi kediaman WNA itu. Bibi dan paman menabrak pintu pagar hingga terbuka. Karena itu, gadis mungil ini berlari keluar halaman rumah, menghampiri ibu, selanjutnya sang paman amankan bule itu. Keluarga korban menghubungi kantor Polisi.

Tim, bergegas ke lokasi dan langsung mengamankan lelaki tersebut di tempat tinggal di Perum Kori Nuansa Ungasan, serta barang bukti. Kini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan maraton.

Bahkan penyidik juga masih memintai keterangan saksi-saksi. Baik gadis cilik (korban) dan orang tua. "Pelaku saat ini sudah diamankan di Polresta Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk mencari apa motif pelaku," kisah Kabid Humas.

Nantinya, anak memeriksakan kejiwaan lelaki ini ke rumah sakit Prof. Ngoerah, serta koordinasi dengan pihak Imigrasi dan Konsulat Amerika.

Dengan adanya kejadian ini, Polda Bali dan Jajaran himbau masyarakat khususnya para orang tua dan guru di sekolah, agar mengawasi keberadaan putra-putrinya dan anak didiknya. "Mari percayakan proses hukum pelaku kepada pihak Kepolisian," pungkas AKBP Jansen.***

Editor : M.Ridwan
#penculikan anak #WNA Amerika Serikat #Bocah Cilik