Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

FPN Bali dan PENA NTT Kutuk Selebgram Ade Chaerunisa Diduga Rasis, Dukung Polda Metro Beri Sanksi UU ITE

Andre Sulla • Minggu, 2 Juni 2024 | 04:45 WIB
DUGAAN RASIS: Ketua Forum Pemuda NTT  Bali Kristianus Bali (kiri), Ketua PENA NTT Bali Ignasius Igo Kleden (kanan) pemilik akun IG @Psychedelisha. (Radar Bali Photo)
DUGAAN RASIS: Ketua Forum Pemuda NTT Bali Kristianus Bali (kiri), Ketua PENA NTT Bali Ignasius Igo Kleden (kanan) pemilik akun IG @Psychedelisha. (Radar Bali Photo)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Pemilik akun Instagram Psychedelisha alias Ade Chaerunisa diduga terlibat Tindak Pidana Kejahatan Informasi dan Transaksi Elektronik, atas postingan itu telah menimbulkan atau ujaran kebencian dan rasisme terhadap masyarakat NTT. 

Photo
Photo

Karena itu, masyarakat diaspora NTT di Bali yang tergabung dalam Forum Pemuda NTT (FPN) dan Perhimpunan Jurnalis NTT (Pena) NTT Bali mengutuk keras pernyataan wanita asal Jakarta Utara berdomisili di Bali, telah merendahkan harkat dan martabat masyarakat Nusa Tenggara Timur.

LAPOR: Tim Advokasi FP NTT Pusat lapor di Polda Metro Jaya. (Pena NTT)
LAPOR: Tim Advokasi FP NTT Pusat lapor di Polda Metro Jaya. (Pena NTT)

Pemilik akun selebgram @Psychedelisha mendadak jadi sorotan usai videonya diduga rasis terhadap orang NTT tersebar luas. Bahkan video dari Psychedelisha yang diduga mengatakan hal kurang baik mengenai orang NTT ditanggapi langsung oleh sebagian warga Nusa Tenggara Timur. 

Karena itu, FP NTT dan Pena NTT Bali mendukung langkah hukum yang telah dilakukan oleh FPN Pusat di Jakarta yang dikomandoi oleh Adi Ndale. Tentu dalam penanganan kasus yang teregistrasi dengan nomor LP/B/3033/V/2024/SPKT/Polda Metro Jaya, tertanggal 31 Mei 2024. 

Tentang  Tindak Pidana Kejahatan Informasi dan Transaksi Elektronik UU No 1 Tahun 2004 tentang Perubahan Kedua UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebagaimana dimaksud Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45A Ayat (2) yang telah menimbulkan atau ujaran kebencian dan rasisme terhadap masyarakat NTT, oleh selebgram melalui akun Instagram @psychedelisha. 

Dalam video berdurasi satu menit telah beredar luas, wanita usia 28 tahun itu, berucap kata tak layak dan kata kotor terhadap warga NTT yang ada di Bali.  "Ya, kkun Instagram tersebut bersama bukti-bukti sudah diserahkan ke Polda Metro Jaya," ungkap Ketua FPN Bali Kristianus Bali di Denpasar, Jumat (1/6/2024). 

Dikatakan FPN Bali mendukung penuh upaya FPN Jakarta yang telah melaporkan kasus ini di Polda Metro Jaya. "Kami secara organisasi mendukung FPN Pusat di Jakarta," kisahnya. FPN Bali sangat mendukung Polda Metro Jaya agar kasus ini cepat diselesaikan. 

Menurut pria akrab dipanggil 'Bai', bahwa laporan di Polda Metro Jaya sudah sangat kuat dan cukup untuk menjerat wanita itu dengan UU ITE. Sebab dia sangat merendahkan rakyat NTT baik yang ada di Bali maupun di belahan Indonesia lainnya. 

Sementara Ketua PENA NTT Bali Ignasius Igo Kleden mengatakan, kata-kata tak layak terhadap rakyat NTT, oleh publik figur seperti pemilik akun Instagram @psychedelisha.

"Sebagai warga NTT yang tinggal di Bali, kita patut tersinggung dengan kata-kata tersebut. Untuk itu kami mendukung Polda Metro Jaya agar segera memproses kasus atau laporan tersebut," ujarnya. 

Menurut Igo, mempercepat proses hukum itu lebih baik karena menurut informasi jika selebgram tersebut tinggal di Bali. Proses hukum dipercepat agar terhindar dari intervensi berbagai pihak terutama yang ada di Bali terhadap terlapor.

Ia juga meminta agar elemen masyarakat NTT yang lain tidak banyak intervensi terhadap proses hukum yang telah dilaporkan oleh FPN Jakarta. 

Informasi terbaru, didapati laporan tim Advokasi FP NTT Pusat, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi telah menyatakan, bahwa selebgram itu dipanggil untuk dimintai keterangan.

"Kabid Humas Polda Metro telah respon, nanti penyidik menjadwalkan panggilan terhadap wanita tersebut," ungkap lelaki sapaan Igo.

Dikonfirmasi via telepon, Kepada Jawa Pos Radar Bali, pemilik akun Instagram Psychedelisha alias Ade Chaerunisa menyesali apa yang telah terucap dari mulutnya. Tidak bermaksud merendahkan masyarakat NTT karena memiliki beberapa teman berasal dari NTT.

"Karena saya sementara di Bali, dalam waktu dekat berusaha bertemu dengan pihak FPN Bali dan Pena NTT untuk meminta maaf. Juga berharap FPN Pusat yang telah melayangkan laporan di Jakarta, membuka pintu maaf karena saya telah melakukan kesalahan," singkatnya sambil menangis.

Seperti yang diketahui, pemilik akun Instagram @pshycedelisha menyebutkan pernah melihat seseorang yang diduga warga NTT.  Sosok tersebut dari wajahnya seolah memiliki keturunan luar negeri namun berasal dari NTT.

"Lu nggak usah mix Arab, lu itu mix NTT. Nggak usah gegayaan pakai mix Arab anj***. Muka lu NTT banget," ucap selebgram tersebut di unggahannya sambil tertawa. "Gue geli banget ngeliat kayak pakai gelang gold kayak raper US, padahal orang NTT anj***," ucapnya. (dre)

Editor : Rosihan Anwar