DENPASAR, radarbali.id – Tragis, keseluruhan korban ledakan gudang gas elpiji (LPG) di Jalan Cargo Taman meninggal dunia. Terakhir yang meninggal bernama Ahmad Tamyis Mujaki kemarin (23/6/2024).
Sepekan lebih dia dirawat di RS Prof Ngoerah bertahan lebih lama dibandingkan dengan korban yang lain. Luka bakar yang diderita 72 persen.
"Meninggal dunia Sabtu 22 Juni pukul 16.20," ungkap Kasubag Humas RS Prof Ngoerah I Dewa Ketut Kresna
Baca Juga: Jerman Jadi Negara Pertama yang Dipastikan Lolos ke Babak 16 Besar Euro 2024
Mendiang meninggal dunia di Burn Unit ICU RSUP Prof Ngoerah tersebut yakni Ahmad Tamyis Mujaki,25,laki-laki meninggal dunia pada Sabtu 22 Juni 2024 pukul 16.20 dengan luka bakar 72 persen.
Sementara itu dihubungi kemarin Anggota DPR RI Nyoman Parta meminta kepolisian ungkap tuntas kebakaran hingga terang benderang. Politisi asal Guwang, Gianyar ini menyebut peristiwa ini memakan korban meninggal terbanyak setelah Bom Bali
"Kasus ini dibuka seterang terangnnya , dari mana dapat gas, setelah dioplos dibawa kemana. Agen mana yang ikut menyalurkan," bebernya.
Baca Juga: Jadwal PKB ke-46 Hari Senin-Selasa, 24-25 Juni 2024
Parta berharap kasus Sukojin ini tidak menjadi gelap karena sudah menewaskan 18 korban jiwa. Tidak hanya itu, ia meminta kasus pengoplosan "raksasa" juga ditangkap.
"Ke-18 korban ledakan gas meninggal. Semoga kasus Sukojin tidak jadi gelap dan pengoplos besar lainnya ditangkap polisi," harap Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan ini.
Disinggung, kepolisian tidak menemukan bukti pengoplosan? Parta berbalik bertanya kalau tidak mengoplos ngapain di gudang yang ilegal itu ada semua jenis Gas, 3 kg , 12 Kg hingga 50 kg.
Baca Juga: Terus Menyala, Santy Sastra Public Speaking Rayakan HUT ke-20 dengan Cara ini
"Kenapa korbannya begitu banyak? dan tidak terselamatkan," tanyanya.***
Editor : M.Ridwan