MANGUPURA, radarbali.id - Komplotan 103 turis berasal dari Tiongkok, Malaysia dan Taiwan yang diamankan di dalam Vila Hati Indah, Bali menjalani pemeriksaan maraton di Kantor Imigrasi Badung, hingga Kamis (27/6/2024).
Selain itu, petugas memeriksa file dalam komputer dan sejumlah HP yang disita dari Villa, kejahatan cyber makin menguat. Baik penipuan online dan Skimming lintas negara.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, sebanyak 103 penjahat cyber yang terdapat 12 perempuan, dan laki-laki sebanyak 91 orang itu sementara diperiksa secara bergantian oleh petugas Imigrasi.
"Mereka sempat di kerangkeng sementara di ruangan tahanan Inteldakim dan sudah dipindahkan ke Rudenim. Petugas sementara mengambil keterangan pelaku satu persatu," bener sumber petugas.
Ada sejumlah komputer dan HP diamankan dari dalam Villa. Pemeriksaan file-file terdapat dalam sejumlah Barang Bukti ini sementara dilakukan.
"Ya kejahatan cyber makin menguat. Baik penipuan online dan Skimming lintas negara," timpal sumber sembari mengatakan, penahanan terhadap ratusan turis ini segera bergeser ke Rumah Detensi Imigrasi Denpasar, di Jalan Raya Uluwatu, Jimbaran, Badung.
Baca Juga: Kapolri Mutasi 740 Perwira, 22 Perwira Menengah Polda Bali Digeser, Cek Daftarnya
Senada disampaikan Pihak Humas Imigrasi Badung I Nyoman Asta Brata, bahwa pihaknya segera gelar jumpa pers dan beberkan 103 orang terduga Cyber Crime di Bali yang akan dilaksanakan di Rudenim Denpasar, Jumat (28/6) sekitar pukul 09.00. "Besok kami jumpa pers," cetusnya.
Dijelaskan, ratusan turis dibekuk diduga melakukan kejahatan cyber melalui operasi Bali Becik. Selain diduga melakukan kejahatan cyber lintas negara, 103 WNA yang terdiri dari 12 perempuan dan 91 laki-laki, tidak memiliki dokumen dan penyalahgunaan izin keimigrasian.
"Benar, banyak komputer dan handphone yang didapati di lokasi kejadian, sedang diperiksa,” jelasnya.
Baca Juga: Mendadak Harga Melambung Tinggi, Petani Kakao Jembrana Kini Bekerja dengan Senang Hati
Ditambahkan, Imigrasi rutin menggelar operasi pengawasan di Bali. Kejahatan yang dilakukan orang asing merupakan salah satu tindak kriminal yang sering kami temukan di lapangan.
"Operasi pengawasan WNA seperti ini terus dilakukan,” tutupnya.***
Editor : M.Ridwan