Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Waduh! Turis Wanita Jepang Diduga Korban Penipuan dan Pengancaman di Bali, Begini Modusnya

M.Ridwan • Sabtu, 6 Juli 2024 | 02:01 WIB
PENIPUAN: Turis asal Jepang inisial AU (tengah) saat memberikan keterangan terkait penipuan dan pengancaman yang dialami.
PENIPUAN: Turis asal Jepang inisial AU (tengah) saat memberikan keterangan terkait penipuan dan pengancaman yang dialami.

DENPASAR, radarbali.id – Tindak kejahatan menimpa seorang turis wanita asal Jepang AU, 35 mengaku telah menjadi korban penipuan dan pengancaman yang diduga keras dilakukan seorang pria lokal BP, 30, asal Grobogan,Jateng.

Akibat peristiwa itu AU mengalami kerugian uang sekitar Rp 6.744.715. "Saya merasa telah ditipu dan diancam BP, sehingga banyak uang saya diambil," kata AU kepada pers, Jumat (5/7/2024) di Denpasar.

AU didampingi kuasa hukumnya Joao Moath mengisahkan, masalah ini bermula ketika perkenalannya dengan terduga pelaku BP pada 17 Juni lalu di guest house Canggu Hostel, Badung, Bali.

Waktu itu AU dan BP yang diperkirakan turis lokal ini sama-sama menginap di Canggu Hostel. Dalam perkenalan itu BP mengaku sebagai bisnismen.

Sejak itu, lanjut AU, BP berusaha mengajaknya wisata bersama-sama, antara lain ke pantai Pandawa dan Sanur. Namun ajakan ini selalu ditolak AU karena merasa tidak nyaman bersama BP. Kendati demikian, paparnya, BP tetap saja bersikeras memaksanya jalan berwisata bersama.

"Karena dipaksa dengan nada ancaman, akhirnya AU terpaksa mau,"uicap Joao Moath. Bahkan, katanya lagi, BP mulai berani memeriksa semua aplikasi/data yang ada pada HP AU, termasuk akun banknya.

 Baca Juga: Buntut Polemik Penyebab Kematian Warga Sibetan, Pihak Keluarga Bersikukuh Mendiang Tidak Mengidap Tumor

Dalam menjalankan aksinya, menurut AU, BP mengaku bisnisnya sedang bermasalah. Untuk itu BP meminjam uang kepada AU. Tapi permintaan ini ditolak AU.

"Walau ditolak, pada 27 Juni 2024 BP tetap menekan sambil mengancam, sehingga mentransfer ke rekening BP tiga kali sekitar Rp 4 juta lebih," tandas Joao Moath. Ia menyataka BP juga pernah mengancam AU dengan gestur jari telunjuk dilingkari ke lehernya.

Tak cuma itu, imbuhnya, BP juga berani mengambil paksa uang pecahan dolar Amerika senilai 100 dolar dari dompet AU. Setelah itu, akhir Juni lalu BP tiba-tiba check out dari penginapannya.

 Baca Juga: Komitmen Pahami Nasabah, Prudential Indonesia Hadirkan PRUWell Medical: Produk Asuransi Kesehatan dengan Konsep “Fairness”

Sampai saat ini BP tidak bisa dihubungi, baik melalui telepon maupun WA. "Kami beri tempo selama seminggu untuk BP mengembalikan uang AU. Jika tidak, kami akan menempuh jalur hukum,"tutur Joao Moath.***

Editor : M.Ridwan
#pengancaman #korban penipuan #bali #turis jepang