Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kerjasama Lintas Keilmuan Manfaatkan AI, Teliti Gelombang Otak Melalui Seni Tari dan Musik, Begini Hasilnya

Ni Kadek Novi Febriani • Senin, 8 Juli 2024 | 10:52 WIB

 

SPEKTAKULER: Penelitian lintas budaya dan ilmu, hasilkna pentas Neuroscience Gamelan dan Tari di Universitas Udayana, kemarin (6/7/2024)
SPEKTAKULER: Penelitian lintas budaya dan ilmu, hasilkna pentas Neuroscience Gamelan dan Tari di Universitas Udayana, kemarin (6/7/2024)

DENPASARradarbali.id – Penelitian menarik mengenai gelombang otak yang  diimplementasikan dengan seni tari dan gamelan.

Penelitian ini dilakukan  Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, bekerja sama dengan Rice University, University of Houston, dan Institut Seni Indonesia Denpasar, mengadakan Pentas Neuroscience Gamelan dan Tari di Universitas Udayana, kemarin (6/7/2024).

Pentas tersebut  bagian dari penelitian ilmu syaraf yang difokuskan  pada penari dan pemain gamelan dengan mengukur aktivitas gelombang otak mereka. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya ilmu saraf melalui seni. 

 Baca Juga: Bali Hair Expo Ramaikan D'Youth Festival 4.0, Jawab Keraguan dan Tantangan Industri Barbershop

Ketua Udayana Neuroscience-Artificial Intelligence Research Group, Cokorda Bagus Jaya Lesmana,  menjelaskan eksperimen ini adalah live experiment yang melibatkan pencitraan otak-tubuh yang bergerak, interfacing otak-komputer, dan visualisasi data otak menggunakan kecerdasan buatan atau secara waktu nyata.

"Setiap manusia memiliki 86 miliar neuron di otak dan 1 roh/atma/jiwa, sehingga terdapat banyak ruang untuk eksplorasi," paparnya. 

 Penelitian ini menggunakan topi EEG (Electroencephalography) dengan 28 sensor, ditambah 4 sensor mata dan sensor gerak kepala untuk menangkap aktivitas otak. Kemudian dikirim ke komputer melalui teknologi nirkabel. Kemungkinan analisis waktu nyata menggunakan AI. 

 Baca Juga: Parpol Menggodok Posisi Empat Pimpinan DPRD Badung, Posisi Ketua Dipegang PDIP, Wakil Ketua Diisi Golkar, Gerindra dan Demokrat

Dijelaskan penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh musik terhadap emosi dan perilaku, serta potensi musik sebagai terapi bagi gangguan kejiwaan.

Proses kreatif dalam penciptaan gamelan baru dan interaksi dengan penonton diharapkan memberikan wawasan tentang bagaimana otak bekerja dalam kondisi kreatif.

Cok Bagus Jaya menegaskan  penelitian ini pertama di dunia yang melakukan kolaborasi lintas budaya dan lintas bidang antara kedokteran, elektro, dan kesenian.

Ada sebanyak 24 seniman dari ISI Denpasar yang turut berpartisipasi dalam menampilkan gamelan serta tarian dalam penelitian tersebut.

Sebanyak 24 partisipan ini diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Mereka sudah diambil darahnya dua minggu sebelum penelitian dan akan diambil lagi setelah penampilan untuk melihat perubahan neurokimia. Mereka berlatih selama 4 jam dalam sehari selama 3 minggu.***

Editor : M.Ridwan
#seni tari #gelombang otak #gamelan #universitas udayana #artificial intelegence