BADUNG,radarbali.id – Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan RM. Kristyo Nugroho membantah jika lapas yang dipimpinnya diobok-obok polisi. Kristyo menegaskan, penggagalan penyelundupan narkoba ke dalam lapas merupakan hasil sinergi Lapas Kelas IIA Kerobokan bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali.
”Kami membuktikan komitmen dalam memberantas peredaran narkoba. Buktinya kami sukses menggagalkan penyelundupan narkoba yang akan dikirim ke dalam lapas,” tegas Kristyo kepada Jawa Pos Radar Bali, Rabu (17/7) malam.
Kristyo sendiri langsung bertemu dengan Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Kombes Pol Iwan Eka Putra guna melakukan koordinasi. Tanpa ada koordinasi dan sinergi yang kuat, lanjut Kristyo, antara Lapas Kelas IIA Kerobokan dengan Polda Bali, maka pemberantasan narkoba sulit dilakukan.
Setelah koordinasi dengan Polda Bali, tim yang dipimpin Kalapas Kerobokan dengan cepat menyita dan mengamankan barang bukti berupa paket yang dibungkus plastik bening. Paket tersebut diduga narkotika jenis sabu-sabu.
Kemudian hasil tangkapan tersebut langsung diserahkan ke pihak kepolisian. ”Yang jelas, untuk penyelidikan dan langkah selanjutnya kami serahkan pada polisi. Kami akan mengawal dan siap kerja sama selama proses berlangsung,” imbuhnya.
Kalapas juga menegaskan komitmennya dalam memerangi peredaran narkotika di Lapas. Pihaknya akan terus membangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang baik dengan aparat penegak hukum.
”Khususnya dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika, demi mewujudkan Lapas Bersinar (bersih dari narkoba),” tegas Kristyo.
Sementara itu, Polda Bali melalui Wadir Ditresnarkoba AKBP Ponco Indriyo menyatakan terima kasih atas upaya dan sinergi yang telah dilakukan Lapas Kelas IIA Kerobokan, sehingga berhasil menggagalkan masuknya narkoba tersebut.***
Editor : M.Ridwan