Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Calon Pekerja Migran Jadi Korban Penipuan Lewat Media Sosial, Dijanjikan Kerja di Kapal Pesiar

Marsellus Nabunome Pampur • Selasa, 6 Agustus 2024 | 16:07 WIB

 

PENIPUAN: I Nengah Yasa Adi Susanto selaku direksi PT Ratu Oceania Raya saat mendampingi para korban membuat laporan di SPKT Polda Bali
PENIPUAN: I Nengah Yasa Adi Susanto selaku direksi PT Ratu Oceania Raya saat mendampingi para korban membuat laporan di SPKT Polda Bali

DENPASAR,radarbali.id - Sejumlah calon pekerja migran dari Bali menjadi korban penipuan. Mereka diming-imingi bisa bekerja di kapal pesiar dengan cara menyetor uang hingga puluhan jutaan rupiah.

Para korban kepincut menyetorkan sejumlah uang, setelah dijebak oleh pelaku melalui media sosial. Pelaku mengkloning akun media sosial milik PT Ratu Oceania Raya.

I Nengah Yasa Adi Susanto selaku direksi PT Ratu Oceania Raya saat mendampingi para korban membuat laporan di SPKT Polda mengatakan, para korban dijanjikan kerja di kapal pesiar dengan syarat mudah.

"Para korban tidak bertemu langsung dengan pelaku. Hanya via media sosial. Ada yang transfer beberapa kali dari Rp8 juta hingga ada yang Rp43 juta," katanya di Polda Bali, Senin (5/8/2024).

Dia menjelaskan saat ini sudah ada delapan orang korban anak muda Bali. Atas kejadian itu, pria yang akrab disapa Bro Ong itu mengaku jika perusahaannya PT Ratu Oceania Raya merasa dirugikan nama baiknya.

"Perusahaan kami sangat ditugikan karena perusahaan kami legal, punya ijin. Sementara mereka (pelaku) mengatasnamakan perusahan kami," tambahnya. 

 Baca Juga: Geobag Penahan Abrasi Hancur, Pesisir Banjar Nyuh Kotor dan Kumuh, Begini Faktanya

Putu Suma Gita dari LBH PSI selaku kuasa hukum para korban menjelaskan, akun media sosial milik PT Ratu Oceania Raya.

Pelaku mengkloning akun tersebut seolah akun pelaku adalah akun resmi dari PT Ratu Oceania Raya. "Para korban diming-imingi dari akun tersebut. Itu dipakai menipu korban, karena akun itu sangat mirip dengan akun asli PT Ratu Oceania Raya," bebernya. 

Dari akun tersebut, para korban diarahkan ke akun WatsApp. Pelaku kemudian meminta transferan ke salah satu rekening bank BRI milik seorang bernama I Kadek Eka Adi Saputra.

"Untuk meyakinkan para korban, pelaku ini memberikan surat jobb yang menyatakan para korban ini sudah siap berangkat kerja ke kapal pesiar," bebernya. 

Saat surat diberikan, para korban kemudian mendatangi PT Ratu Oceania Raya untuk memastikan keberangkatan. Di sana akhirnya terkuak bahwa PT Ratu Oceania Raya tak pernah mengeluarkan surat tersebut.

Apalagi, perusahaan resmi tersebut tak pernak menarik transferan dana langsung ke rekening pribadi. Saat dicek oleh korban ke PT Ratu Oceana Raya, ternyata itu tidak benar," tambahnya. Dari semua korban, saat ini total kerugian diperkirakan kurang lebih Rp64 juta.***

Editor : M.Ridwan
#tki #Pekerja Migra Indonesia #kapal pesiar #penipuan #iming-iming