Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kuta Utara Berdarah, Buruh Proyek Ditusuk, Ternyata Pisau Patah, Sakti? Pemilik Warung di Bui

Andre Sulla • Jumat, 23 Agustus 2024 | 10:38 WIB

 

KEBAL: Suhadi, korban penusukan oleh buruh proyek vila di Batu Belig Kuta Utara saat diobati luka tusuk akibat ditikam pemilik warung
KEBAL: Suhadi, korban penusukan oleh buruh proyek vila di Batu Belig Kuta Utara saat diobati luka tusuk akibat ditikam pemilik warung

MANGUPURA, radarbali.id - Peristiwa berdarah kembali terjadi di Wilayah Hukum (Wilkum) Polsek Kuta Utara. Diduga lantaran sepele yakni tersinggung, buruh proyek vila bernama Suhadi, 48, nyaris tewas dengan luka tusuk.

Untungnya lelaki asal Pasuruan ini diduga memiliki ilmu tenaga dalam.

Sebab, upaya Gaguk Wibowo, 31, yang menikam mendarat tepat pada dara kiri, patah seketika dan tidak menembus jantung lawan.

Kejadian berlangsung di mes Proyek Villa, Jalan Batu Belig, Gang Daksina, No. 13, Kerobokan Kelod,  Kuta Utara, Kabupaten, Sabtu 17 Agustus 2024 sekira pukul 20.00.

Kepqda Jawa Pos Radar Bali, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Badung IPTU Putu Sukarma Prakasa mengatakan, dari keterangan sejumlah saksi, masalah ini dipicu karena ketersinggungan.

Dan, sebenarnya Suhadi dan Gaguk Wibowo sejatinya sudah saling kenal.

 Baca Juga: Akhirnya Ini Pilihan PDIP untuk Pilkada Klungkung 2024

Warung milik Wibowo asal Dusun Karang Cukup, Kunir Kidul, Lumajang, Jawa Timur itu berdekatan dengan kediaman sementara Suhadi warga Dusun Batukiting, Pancur, Lumbang, Pasuruan, di lokasi proyek villa. 

Peristiwa itu berawal ketika Wibowo cekcok dengan dengan istrinya yang bernama Jazilha, bertempat di Bedeng Proyek, Gang Daksina, Jalan Batu Belig, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Sabtu  17 Agustus 2024 sekitar pukul 21.30.

Kala itu diduga Suhadi melerai dengan cara teriak dengan diksi jangan berisik. Saat itulah Wibowo tersinggung. Lalu sang istri menyampaikan  yang bersangkutan adalah orang Pasuruan dan jangan memarahinya.

Lalu di jawab suami, dari mana asalnya, kalau salah boleh dimarahi. 

Mendengarkan perkataan Wibowo, Suhadi panas. Korban merasa tersinggung, kemudian menantang pelaku untuk berkelahi, dan di ladeni tantangan itu.

"Pelaku keluar dari warung lalu melangkah menuju kamarnya di lantai atas," beber Jubir Polres Badung.

Wibowo sempat mengambil besi di lokasi berjualan tersebut, dan sesampainya di dapur kamar, pekerja proyek yang ada di sana berusaha melerai, lalu mengambil besi yang dipegang Wibowo.

Karena merasa takut diserang lebih dahulu Suhadi, Wibowo mengambil pisau dapur.

 Baca Juga: Taman Ayun Barong Festival Digelar Kembali, AA Gde Agung Berharap Masuk Kalender Event di Bali

"Dia bergegas ambil pisai di atas meja dapur korban, dan kemudian pelaku langsung menusuk dada kiri korban menggunakan tangan kanannya sebanyak satu kali. Dia memilih menyerang lebih dahulu," beber Kasi Humas.

Akibatnya,  korban terluka dan mengeluarkan darah.

Diduga Suhadi memiliki tenaga dalam, sehingga beruntung, pisau dapur yang digunakan Wibowo, patah sehingga tidak menembus ke arah jantung.

Setelah itu ia kembali ke kamarnya dan si pekerja proyek di bawa ke rumah sakit. 

Kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Kuta Utara untuk penanganan lebih lanjut. Dan Wibowo diamankan tanpa perlawana.

Diakui motifnya karena tersinggung. BB diamankan pisau dapur stainless steel dan baju lengan panjang warna hitam. "Pelaku dikenakan pasal 351 ayat (2) KUHP,"  pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
#buruh proyek #kuta utara #pemilik warung #penusukan #kebal #sakti