DENPASAR,radarbali.id – Lapas Kerobokan kecolongan lagi?. Kepala Lapas Kelas II A Kerobokan Raden Mas Kristyo Nugroho pimpin tim gabungan mencapai 100 personil sidak seluruh blok dan melakukan tes urine.
Namun masih ditemukan benda membahayakan, yakni HP hingga Pisau. Lalu 20 Napi diutus mewakili 1.454 WBP untuk tes urin, beruntung positif. Kegiatan ini berlangsung, Jumat 13 september 2024 pukul 16.30.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, langkah Kemenkumham Bali dan Lapas Kelas IIA Kerobokan ini bersinergi dengan aparat keamanan Kodim 1611/Badung, Polres Badung dan BNNK Badung, Kalapas Nugroho berlangsung hingga sekitar pukul 18.30. "Ya berdasarkan data, terdapat jumlah Warga Binaan 1.454 orang.
Namun urine dites hanya 20 orang saja. Mereka mewakili ribuan WBP Lapas Kerobokan," kilah sumber petugas.
Razia yang telah berlangsung itu, tim gabungan sidak blok Wisma Yudhistira sebanyak 40 kamar dan Blok Wisma Bima 40 kamar. "Hasil urine 20 orang napi perwakilan Warga Binaan Lapas Kelas II A Kerobokan, hasilnya Negatif," ungkap sumber petugas.
Ia menjelaskan, lalu menyangkut penggeledahan blok dan kamar warga binaan, tim tidak menemukan benda-benda terlarang. Baik narkoba dan sejenisnya. Walaupun demikian, ditemukan barang-barang yang berpotensi berbahaya.
Baca Juga: Sasar Denpasar Barat, Pedagang Kaki Lima hingga Orang Linglung Terjaring Patroli Satpol PP
Namun diduga Lapas terbesar di Bali ini masih kecolongan. Ini terkuak setelah tim menemukan beberapa bukti sudut kamar dalam blok.
"Ya buktinya diamankan 2 Buah HP, Peniti, Kartu Remi, Korek Api, Gunting, Gunting, Alat Cukur, Pisau, Jarum, gelas, sendok, Piring , Botol Parfum. Pihak lapas yang diamankan BB ini. Katanya nanti akan dimusnahkan," cetus sumber yang turut hadir dalam razia.
Sementara itu, dalam rilis tertulis yang disebarkan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Bali, razia gabungan bekerjasama dengan Aparat Penegak Hukum, melakukan penggeledahan pada kamar hunian sekaligus tes urine terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kepala Lapas (Kalapas) Kerobokan, RM. Kristyo Nugroho bertindak selaku Pembina Apel.
Dalam amanatnya, kegiatan ini merupakan implementasi instruksi Plt. Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) terkait 3 Kunci Pemasyarakatan Maju, meliputi, Deteksi Dini, Berantas Narkoba dan Sinergi dengan Aparat Penegak Hukum ditambah Back to Basic.
Lebih lanjut, Kalapas juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kodim 1611/Badung, Kepolisian Resor Badung, dan BNN Badung yang telah hadir mengikuti kegiatan Apel Siaga dan razia gabungan.
"Hal ini menunjukan bahwa sinergitas antar aparat penegak hukum sudah semakin kuat," kisah Kalapas. Lakukan penggeledahan secara cermat dan teliti, tetapi tetap melakukan pendekatan secara humanis. Ini merupakan komitmen dalam mewujudkan Lapas Kerobokan Zero Handphone, Pungli dan Narkoba (Halinar).
Kegiatan dilanjutkan dengan melakukan razia atau penggeledahan pada kamar hunian oleh personil gabungan dan tes urine bagi warga binaan.
Selama kegiatan razia berlangsung, petugas memeriksa secara cermat dan teliti setiap sudut kamar hunian guna memastikan tidak adanya barang-barang terlarang yang dapat mengakibatkan gangguan keamanan dan ketertiban.
"Dari pemeriksaan tes urine yang dilakukan secara acak terhadap warga binaan seluruhnya menunjukkan hasil Negatif," kisahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, Pramella Y. Pasaribu menyampaikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan Kalapas Kerobokan beserta jajaran. Hal ini menunjukan bahwa sinergitas antara instansi pemerintah sudah semakin solid.
Tentu pihaknya tegak lurus terhadap komitmen dan tujuan dalam membersihkan Lapas, dari indikasi pelanggaran di Lingkungan Kanwil Kemenkumham Bali.
"Kami juga mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada personil dari TNI/ Polri dan BNNK yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini," pungkas Kakanwil.***
Editor : M.Ridwan