Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dewa Ratu! Komplotan Geng Motor Diduga Buang Jenazah Yanto ke Jurang Usai Penganiayaan

Andre Sulla • Minggu, 22 September 2024 | 13:47 WIB
EVAKUASI KORBAN : Jenazah Yanto dievakuasi tim gabungan dari jurang di Jembatan Ayung, Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal, Badung.( Foto Humas Polres Badung untuk Radar Bali)
EVAKUASI KORBAN : Jenazah Yanto dievakuasi tim gabungan dari jurang di Jembatan Ayung, Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal, Badung.( Foto Humas Polres Badung untuk Radar Bali)

MANGUPURA, Radar Bali.id – Mengerikan. Kejadian tragis dialami Yanto, 38, asal Karanganyar, Jember, Jawa Timur.

Yanto yang nahas ini diduga jenazahnya dibuang ke jurang Sungai Ayung, Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Badung, di  kedalaman belasan meter usai dianiaya dan dikeroyok.

Kejadian disebut-sebut berlangsung Sabtu dini hari  (21/9/2024), sekitar pukul 01.00.

Informasi yang dihimpun Radar Bali, ada dua versi yang beredar di tengah masyarakat setempat. Yang pertama, Yanto dibuang ke dalam sungai dari atas jembatan.

Lalu ada yang menyatakan bawa dia melompat dari jembatan Sungai Ayung itu. Walaupun demikian, aksi penganiayaan dan pengeroyokan sempat terjadi di kawasan tempat kejadian perkara (TKP).

Kuat dugaan, para pelakunya adalah komplotan geng motor, mencapai 10 orang Anak Baru Gede (ABG), sebagian menggunakan berknalpot brong.

"Walaupun ada dua versi itu, kami masih dalami keterangan saksi-saksi untuk pastikan lagi," cetus sumber petugas di Polre Badung.

 Baca Juga: Buk...Buk..! Brutal..! Viral 2 Pemuda Dikeroyok 10 Geng Motor Hingga Pingsan, Terekam CCTV

Ada tiga saksi yang dimintai keterangan, M. Anton Munis, 35, dan Gunawan, 34. Dua pria ini teman korban yang sama-sama berasal dari Dusun Krajan, Karang Anyar, Ambulu, Jawa Timur.

Ada juga saksi lain yakni I Ketut Diana 56, warga Banjar Pane, Sibanggede, Abiansemal, Badung. "Dia adalah Satpam Perumahan Vila Ayung.

Lokasi tempatnya bekerja, tak jauh dari TKP," beber sumber, Sabtu (21/9/2024).

Kepada penyidik, Yanto dan Gunawan menyatakan, mengaku sama sekali tidak mengetahui temannya itu dibuang atau melompat ke sungai dari jembatan.

Sebab mereka juga selamatkan diri karena sempat dianiaya dan dikeroyok. Keduanya mengaku dibuntuti oleh kurang lebih lima unit motor dalam perjalanan ketika usai makan dekat pasar Peguyangan dini hari itu.

 

Sempat dihadang tapi tidak berhenti, ketika sampai di dekat Jembatan ada yang menendang.

 

Kerasnya tendangan bisa berakibat tidak bisa mengendalikan setir motor hingga ketiganya terjatuh. Saat terjatuh, para ABG tak dikenal itu langsung berhenti dan melakukan penyerangan secara membabi buta.

 

Nah, Anton, Gunawan, Yanto berusaha kabur modus berpencar. "Belakangan, Anton dan Gunawan kaget ketika mengetahui bahwa Yanto tewas di sungai. Apakah almarhum lompat atau dibuang, keduanya tidak melihat," cetus sumber petugas.

 

Namun, menurut satpam perumahan vila yakni Diana, almarhum melompat. 

 

Walaupun demikian, pihaknya masih mendalami terkait hal tersebut. Terkamsuk, lima unit sepeda motor dan identitas ABG berjumlah mencapai 10 orang itu.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Badung Ipda Putu Sukarma membenarkan. Bahwa peristiwa tersebut bermula ketika Yanto, Anton dan Gunawan berboncengan naik sepeda motor usai makan di dekat Pasar Peguyangan, Denpasar Utara, dini hari, sekitar pukul 01.00.

 

Dalam perjalanan pulang, mereka melintasi pertigaan Darmasaba. Namun, di sana ada segerombolan berjumlah sekitar 10 orang yang mencaci maki mereka. 

 

Kemudian, diduga para geng motor tersebut mengejar mereka. Sampai di dekat jembatan, ditendang dan jatuh lalu mendapatkan perlakukan anarkistis.

 

Saat melarikan diri, Yanto dan dua orang temannya terpisah-pisah. Anton bisa pulang sampai ke kos-kosan  dan tidak tahu ke mana dua temannya pergi.

 

Sementara Gunawan berlari tanpa tujuan lalu masuk dan bersembunyi di semak-semak. Melihat gerombolan itu pergi, ia memberanikan diri keluar dan mencari dua teman.  

 

Dalam pencarian, dia bertemu dengan satpam perumahan Vila Ayung bernama I Ketut Diana, yang datang untuk mengecek.

 

Ia mendengar keributan ditambah geber-geber sepeda motor. Gunawan mengaku ia mencari dua temannya yang juga sempat dikeroyok. Saat itu, satpam tersebut memberitahukan Gunawan bahwa kuat dugaan salah satu temannya lompat ke sungai.

 

Nah, untuk memastikan, keduanya turun ke sungai untuk mengecek. "Gunawan dan satpam ini temui Yanto di sungai. Ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia," tandasnya.

 

Gunawan disuruh menjaga korban, sementara itu satpam ini pergi melaporkan insiden ini ke Kelian Dinas Banjar Pane, Sibang Gede dan Bhabinkamtibmas. Kemudian informasi ini diteruskan kepada Tim UKL Polsek Abiansemal.

Pihak Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Badung, Basarnas Bali, dan Ambulans Sibang Gede untuk mengevakuasi jenazah Yanto.

"Jenazah korban ditemukan dalam kondisi terlentang. Kepalanya terdapat luka robek kurang lebih 4 cm. Diduga dianiaya," timpal Jubir Polres Badung.

Lalu, pelipis sebelah kiri luka alami lecet, siku lengan kiri luka lecet, luka lebam akibat benturan, serta lutut kiri dan kanan luka lecet.

Tim gabungan mememerlukan waktu hampir 30 menit melakukan evakuasi. "Saat ini sedang dilakukan penyidikan terhadap kasus tersebut," pungkasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya, mengatakan, pihaknya menerima informasi dari Polsek Abiansemal, sekitar pukul 04.45. 

Sebanyak 5 orang personel bergerak dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar-Jimbaran menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi pada pukul 05.50.

Tim gabungan dari SAR Polres Badung, Polsek Abiansemal, Babinsa Desa Sibang Gede, Bhabinkamtibmas Desa Sibang Gede, BPBD Badung, PMI Badung dan masyarakat setempat langsung merencanakan upaya untuk menarik korban dari dasar jurang.

 

Tim dibagi di dua tempat, ada yang turun melalui akses jalan menuju posisi korban, sementata tim lainya membuat sistem untuk bisa menariknya ke atas.

Dari yang diterima, yang bersangkutan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Proses evakuasi selesai dilakukan pada pukul 06.35 Wita da selanjutnya jenazah Yanto dibawa ke RSUD Mangusada Badung dengan menggunakan ambulans PMI Kabupaten Badung.

"Menyangkut penyebab kejadian, hingga kenapa tewas, silakan konfirmasi ke pihak Kepolisian," pungkas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya. [*]

Editor : Hari Puspita
#badung #pengeroyokan #geng motor #Sibanggede