Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Hadiri HUT PTA Bali Ke-2, Ini Pesan Penting Hakim Agung Ketua Kamar Agama MA

Maulana Sandijaya • Sabtu, 7 Desember 2024 | 15:41 WIB
MOU: Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung (MA) RI Yasardin (kiri) dan Ketua PTA Bali Ketut Madhuddin Jamal (kanan) menunjukkan naskah MOU di sela acara peringatan HUT PTA Bali ke-2, Kamis (5/12/2024).
MOU: Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung (MA) RI Yasardin (kiri) dan Ketua PTA Bali Ketut Madhuddin Jamal (kanan) menunjukkan naskah MOU di sela acara peringatan HUT PTA Bali ke-2, Kamis (5/12/2024).

DENPASAR, Radarbali.id – Pengadilan Tinggi  Agama (PTA) Bali memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2, Kamis (5/12/2024). Acara dihadiri Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung (MA) RI/Ketua Ikatan Hakim Indonesia, Yasardin.

Yasardin memberikan pesan penting untuk seluruh satuan kerja di bawah naungan PTA Bali. ”Kami berharap PTA Bali yang berumur dua tahun ini bisa lebih baik lagi untuk masyarakat pencari keadilan,” ujar Yasardin diwawancarai usai acara.

Dijelaskan lebih lanjut, Pengadilan Tinggi Agama merupakan kamar depan Mahkamah Agung. Sebab Pengadilan Tinggi Agama yang paling tahu keseharian hakim, baik di tingkat pertama maupun tingkat banding.

Yasardin meminta Pengadilan Tinggi Agama Bali segera memanggil hakim ketika menemukan laporan pelanggaran.

”Untuk pengawasan, peran Pengadilan Tinggi Agama Bali harus ditingkatkan, sehingga bisa mendeteksi dini hakim tingkat pertama maupun hakim tingkat banding kalau ada bibit-bibit pelanggaran,” tegasnya.

Diwawancarai di tempat yang sama, Ketua PTA Bali Ketut Madhuddin Jamal menjelaskan, kasus yang paling tinggi di lingkungan PTA Bali ada di Pengadilan Agama Kota Denpasar.

”Kenapa di Denpasar kasusnya banyak? Karena banyak ekspatriat dan pendatang, sehingga kualitas hakim harus ditingkatkan,” jelas pria asli Pegayaman, Buleleng, itu.

Jamal sudah mengusulkan ke MA agar hakim-hakim di Bali harus pintar bahasa Inggris, karena banyak menangangi kasus.

”Salah satu program yang telah dilaksanakan adalah membuat notakesepahaman pelatihan bahasa asing kepada hakim,” tukas pria yang juga pimpinan salah satu pondok pesantren di Tabanan itu.

Acara dirangkai dengan ⁠peluncuran buku berjudul Toga Hijau Pulau Dewata yang berisi sejarah pendirian PTA Bali dan biografi Ketua PTA Bali.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi tentang eksekusi yang diikuti seluruh satun kerja Pengadilan Agama se-Indonesia secara daring.  

Kegiatan ditutup dengan pemberian ⁠penghargaan satuan kerja terbaik se-Bali Tahun 2024. Keluar  sebagai juara umum adalah Pengadilan Agama Badung. (***)

Editor : Maulana Sandijaya
#PTA Bali #Ketut Madhuddin Jamal #Yasardin #Mahkamah Agung (MA)