Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Astaga! Penyebab Utama Keributan yang Berujung Kematian Agus Aditya : Semua Dalam Keadaan Mabuk

Ida Bagus Indra Prasetia • Jumat, 24 Januari 2025 | 15:10 WIB
GEGARA MABUK SEMUA: Tiga pembunuh Made Agus Aditya, berbaju tahanan, ditahan di Mapolres Gianyar. (Foto IB Indra Prasetia/Radar Bali)
GEGARA MABUK SEMUA: Tiga pembunuh Made Agus Aditya, berbaju tahanan, ditahan di Mapolres Gianyar. (Foto IB Indra Prasetia/Radar Bali)

GIANYAR, Radar Bali.id –Tiga orang pelaku pengeroyokan mendiang Made Agus Aditya, 26, sudah ditangkap dan ditahan.

Tiga pembunuh Made Agus Aditya, 26, yang telah ditahan oleh Polres Gianyar itu antara lain :  Putu Sudarsana, 27, asal Kecamatan Abiansemal; Komang Indrajita, 27, Kecamatan Blahbatuh; dan I Made Tole Yulianto, 29, Kecamatan Blahbatuh. Tiga pelaku ditangkap di waktu dan tempat berbeda. 

Dalam keterangannya Kapolres Gianyar,  AKBP Umar,  didampingi Kasat Reskrim AKP Gananta menyatakan setelah jasad korban Agus Aditya ditemukan tergeletak di Jalan Raya Tojan,  pada Jumat (17/1/2025) pukul 03.49, polisi langsung memburu pelaku.

”Kami telah memeriksa para saksi sampai memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian,” ujar Umar dalam press rilis di Mapolres, Kamis (23/1/2025). 

Akhirnya, tim yang dipandu oleh Kanit 1 Reskrim Ipda Hanif Aryoseno menangkap pelaku pada Senin (20/1/2025). Pertama pelaku Komang Indrajita ditangkap di jalan wilayah Blahbatuh.

 Kemudian pelaku Made Tole Yulianto ditangkap di Ubud. 

Esok harinya, Selasa (21/1/2025) pelaku Putu Sudarsana ditangkap. ”Sementara tiga orang. Kami kejar pelaku lainnya,” ujarnya.

Dari keterangan pelaku dan rekaman CCTV, ternyata kedua kubu dalam pengaruh alkohol. ”Berdasarkan penelusuran, enam jam sebelum kejadian, antara korban dan tersangka, mengonsumsi minuman beralkohol,” jelasnya. 

Korban awalnya minum bersama temannya di depan Indomaret. ”Lalu korban juga mampir ke kafe EJ minum. Dari EJ korban pindah ke kafe Junior. Sampai akhirnya  korban meninggalkan lokasi,” jelasnya. 

 

Begitu pula tersangka di antara pukul 20.00-23.00 menggelar pesta minuman keras  di wilayah Tojan. ”Setelah salah satu temannya mabuk berat, tiga tersangka antar temannya pulang ke daerah Pering,” ungkapnya. 

Usai dari Pering, tiga tersangka pulang mengarah ke Jalan Raya Tojan dan bertemu korban. ”Saat itulah serempetan dan terjadi cekcok, terjadi perkelahian tidak imbang,” ungkapnya. 

Dari perkelahian secara keroyokan itulah, akhirnya Agus Raditya kalah dan ditikam gunting berkali-kali sehingga tewas seketika di tempat kejadian di Jalan Raya Tojan, Gianyar.

Dari penyidikan, menurut Kapolres Gianyar, AKBP Umar , dalam keterangannya menegaskan bahwa baik korban maupun pelaku pengeroyokan sama-sama dalam keadaan mabuk, di bawah pengaruh alkohol.

”Mereka dalam pengaruh alkohol dan tidak saling kenal. Maka dalam rekaman CCTV, mereka bertanya, siapa kamu,” ujarnya, menandaskan. [*]

Editor : Hari Puspita
#pembunuhan #pengeroyokan #gianyar