DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Kasus pembunuhan kembali terjadi. Kali ini berlangsung di pinggir Jalan Ken Umang, Banjar Dakdakan, Kelurahan Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara, Senin (3/2/2025) sekitar pukul 14.30.
Identitas korban diketahui bernama Si Ketut Raka, 61, warga Banjar Jeroan Tumbak Bayuh, Mengwi, Badung. Masalah tersebut kuat dugaan bermotif sakit hati dan utang.
Kepada Jawa Pos Radar Bali, sejumlah warga mengakui telah terjadi peristiwa berdarah memakan korban nyawa di depan rumah. Sayangnya warga setempat enggan berbicara banyak. Berdalih tidak tahu-menahu.
"Maaf pak, kami juga terkejut dan shock ketika mengetahui adanya pembunuhan di sini," timpal wanita sapaan Ari warga setempat.
Warga mengarahkan untuk langsung ke Kantor Polisi. Karena pihak berwajib telah melakukan olah TKP dan membawa beberapa warga sipil untuk dimintai keterangan. Jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit menggunakan Ambulans PMI.
"Informasi yang beredar, pembunuhan ini dilatarbelakangi sakit hati dan utang. Silahkan konfirmasi ke pihak kepolisian," pungkas warga ini.
Sementara itu, sejumlah sumber kepolisian membenarkan bahwa beberapa saksi sementara dimintai keterangan.
Ada dua saksi mata yang melerai pertikaian pembunuhan ini, yakni Agus Yoel Adi Permana Sutikno, 19, dan ibunya, Ni Ketut Meliastri, 46, asal Desa Lodtunduh, Kab Gianyar.
Bahwa ibu dan anak ini melihat tersangka inisial PPR, 41, keluar dari rumah dan langsung terlibat cekcok mulut dengan Raka. Saat itu juga, mengambil HP milik kemudian langsung membantingnya.
Dia langsungsung memukul Raka sebanyak enam kali. "Kata saksi-saksi, usai memukul berkali-kali, dia menusuk menggunakan pisau hingga korban terkapar lemas dan meninggal," tambahnya.
Kedua saksi mata ini berupaya melerai. Kemudian PPR mengambil sepeda motor milik saksi meliastri dan mengaku akan menyerahkan diri ke kantor polisi. PMI dan BPBD Kota Denpasar tiba di lokasi selanjutnya melakukan evakuasi. Raka meninggal di TKP.
"Pelaku sudah diamankan dan sementara jalani pemeriksaan maraton. Motif pembunuhan, diduga sakit hati dan utang piutang," tutup sumber petugas ini sembari meminta namanya dirahasiakan.
Dikonfirmasi terkait kasus tersebut, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi membenarkan.
Telah terjadi penganiayaan berat yang menyebabkan seorang pria meninggal dunia. Kejadian bermula saat korban datang ke lokasi untuk menyelesaikan permasalahan antara keduanya, Namun pertemuan tersebut berujung cekcok.
"Pelaku diduga memukul dan menusuk korban di bagian dada kiri dan perut sebelah kiri," ungkapnya.
Usai melakukan aksinya, pelaku langsung meninggalkan lokasi dan menyerahkan diri ke kantor polisi. Dugaan sementara, motif penganiayaan ini berkait.
"Kami masih melakukan penyelidikan terkait motif dan kronologi kejadian. Pelaku sudah kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut," singkatnya. (dre)
Editor : Rosihan Anwar