DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Kasus pembunuhan Kadek Parwata, 31, di depan Toko Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Denpasar Utara, Kamis (13/2/2025) sekitar pukul 01.30 mulai terkuak.
Setelah belasan saksi dimintai keterangan, identitas pelaku langsung dikantongi, yakni inisial BP, 38, asal Muncar Banyuwangi, Jawa Timur.
Kini tim gabungan Unit Reskrim Polsek Denpasar Utara, Satreskrim Polresta Denpasar, dan Ditreskrimum Polda Bali, telah nyeberang melakukan pengejaran ke daratan Jawa.
"Ya, identitasnya sudah di kantongi. Pembunuh ini diduga diketahui pedagang ikan," ungkap sumber petugas, Jumat (14/2/2025)
Lebih lanjut dijelaskan sumber ini, Menurut saksi dan informasi yang diperoleh, yang bersangkutan kerap berkeliaran di Pulau Serangan, Denpasar membeli ikan untuk keperluan jualan di pasar.
Bahkan nomor HP yang bersangkutan telah dikantongi tkm gabungan. Dari pelacakan GPS, diketahui bahwa dia telah kabur ke daratan jawa.
"Karena itu, tim gabungan telah nyebrang ke pulau jawa melakukan pengejaran.
Tentu berkoordinasi juga dengan Kepolisian setempat," tambah sumber ini sembari meminta identitasnya dirahasiakan.
Dikatakan, sejumlah Medsos yang telah mengabarkan Kamis malam hingga Jumat siang, bahwa pelaku telah ditangkap hanyalah hoaks.
Baca Juga: RERAINAN & ALA AYUNING DEWASA, SABTU (15/2/2025)
"Kami tidak mengerti sumber berita diperoleh sejumlah medsos itu dari mana. Ngae-ngae saja mereka," ungkapnya
Walaupun demikian, orang yang dicurigai sebagai pelaku pembunuhan bapak dua anak (korban), merupakan pemilik akun tiktok yang akunnya bernama @maspras086.
Sebab, hasil analisa sementara, ciri-ciri pelaku mirip dengan pemilik akun tersebut. Bahkan beberapa postingan, baik jaket, pisau, dan sarung tangan mirip dengan terekam dalam CCTV.
"Baru dugaan saja. Karena belum diamankan sehingga tak bisa dipastikan," pungkasnya.
Terkait dengan ini Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi enggan berspekulasi lebih jauh.
"Saya belum mendapatkan perkembangan penyelidikan sementara," singkatnya.
Seperti berita sebelumnya, ada dua kejadian berlangsung di depan Toko Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Denpasar Utara, Kamis (13/2) sekitar pukul 01.30.
Dalam rekaman CCTV, pria bercadar ini menabrak kaki Made Darma Wisasa, 19, yang saat itu, baru saja parkir motor dan melangkah ke dalam warung.
Pelajar ini langsung dianiaya karena dituduh menyerempetnya di jalan.
Setelah dilerai oleh pemilik warung asal Sumenep yakni Ashuri, 39, pelaku dan pelajar ini pergi meninggalkan TKP. Tak berselang lama, pria misterius ini kembali ke warung.
Baca Juga: Donor Darah di Hari Valentine, Inifnity8 Bali Berbagi Cinta yang Lebih Bermakna
Disusul Kadek Parwata, 31, dan temannya untuk berbelanja. Belum sempat masuk ke dalam warung, Parwata dan temannya dicaci maki.
Kadek Parwata melangkah dan mendekat ke pria tersebut untuk menanyakan maksud ucapannya.
Cekcok pun tak terhindarkan, hingga pelaku secara tiba-tiba mengeluarkan pisau dan menikamnya.
Darah mengucur deras dari tubuh Kadek Parwata.. Temannya langsung memboncengkannya ke rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong akibat kehabisan darah.
Sementara itu, tampak pihak keluarga dan kerabat korban tengah duduk di rumah duka Jalan Nangka, Gang Pande Nomor 26C, Denpasar. Kakak korban Gede Dana Putra pun menceritakan kisah pilu sang adik Kadek Parwata.
Bahwa sosok Parwata dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah diajak bicara. Pria yang bekerja sebagai Housekeeping di Restoran Sea Circus itu adalah tulang punggung keluarganya dan kini meninggalkan istri, serta dua putri yang masih kecil-kecil.
Satu duduk di bangku TK dan satu lagi baru kelas empat SD. Mereka tidak menyangka, ayah handa m jadi korban penusukan oleh pria misterius, dan murni tidak punya masalah sama sekali dengannya.
Peristiwa bermula ketika korban melayat ke rumah teman ayahnya yang meninggal.
Sepulangnya dari melayat, anak kedua dari lima bersaudara tersebut dibonceng oleh temannya dan menyempatkan mampir di warung Auna untuk membeli minum, dan terjadi salah paham berujung pembunuhan.
Baca Juga: Jam Masuk Kerja Pegawai Negeri selama Puasa Ramadhan, Aturan Libur Lebaran, dan Cuti Bersama
Pihak keluarga tidak punya firasat buruk apapun hari itu. Kala itu, Parwata maupun temannya tidak tahu bahwa sebelumnya pelaku sudah terlibat cekcok dengan orang lain di tempat kejadian perkara (TKP).
Tiba-tiba saja pelaku memaki-maki mereka kemudian menusuk menggunakan pisau. Perkiraan keluarga, Kade dikira oleh pelaku sebagai saudara atau teman dari orang yang sebelumnya diajak berkelahi.
Padahal Kadek tidak tahu apa-apa. Setelah insiden berdarah itu, ia langsung diantar oleh temannya menggunakan sepeda motor ke Rumah Sakit Darma Bakti. Sayangnya sampai di sana, Parwata sudah dinyatakan meninggal dunia, diduga karena kehabisan darah.
Baca Juga: JADWAL SALAT UNTUK DENPASAR DAN SEKITARNYA, SABTU (15/2/2025)
Luka yang dideritanya di area lambung tembus punggung, kurang lebih dapat tujuh jahitan. Lebih lanjut, Gede Dana mengatakan bahwa jenazah adiknya dititip di RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar. Rencananya, Parwata akan dimakamkan pada Minggu 16 Februari 2025.
Tempat pemakaman di kampung halamannya, Desa Antiga, Karangasem.
Pihak keluarga berharap agar pelakunya cepat tertangkap. Selain karena telah merenggut anggota keluarga mereka, tetapi juga sudah sangat meresahkan masyarakat.***
Editor : M.Ridwan