Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

CCTV Kurang Lengkap, 14 Hari Penelusuran Pelaku Pembuangan Bayi di Tabanan Belum Terungkap

Juliadi Radar Bali • Sabtu, 15 Maret 2025 | 14:05 WIB
ilustrasi CCTV-JawaPos,com
ilustrasi CCTV-JawaPos,com

TABANAN, Radar Bali.id – Sudah 14 hari berjalan pelaku pembuangan bayi di yang ditemukan di Desa Bantiran Kecamatan Pupuan di sebuah selokan pinggir Jalan Raya Pupuan-Seririt.  

Polisi sejatinya telah melakukan beberapa upaya keras dalam mengungkap identitas pelaku atau orang tua bayi. Namun terganjal sejumlah kendala.

Sejumlah upaya yang dilakukan antara lain melacak potensi petunjuk melalui rekaman kamera CCTV di sepanjang jalur tempat kedua bayi itu dibuang. Namun posisi CCTV kurang pas dan gambarnya kurang lengkap.

Tidak sampai di situ, polisi juga sudah berupaya mencari petunjuk dengan melakukan pendataan ke puskesmas.

Upaya itu dilakukan untuk mengetahui ibu hamil yang berpotensi melahirkan di waktu yang berdekatan dengan hari ditemukannya kedua bayi tersebut.

Kapolsek Pupuan, AKP I Wayan Sudiarba menyebutkan, pihaknya telah menggali informasi hingga ke sekolah-sekolah hingga melacak data kependudukan dengan sejumlah perbekel untuk mengusut identitas yang ditemukan di dalam tas ransel.

“Sementara ini tidak ada warga yang identitasnya sama seperti nama yang kami temukan dalam tas ransel itu,” ungkap AKP Sudiarba, Jumat (14/3/2025)

Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan ke puskesmas-puskesmas di sekitar Pupuan untuk mencari tahu adanya ibu hamil yang waktu melahirkannya berdekatan dengan hari ditemukannya bayi laki-laki itu.

“Nihil juga. Rekaman CCTV juga sudah kami susuri dengan radius sekitar tujuh kilometer. Tidak ada satupun rekaman CCTV yang mengarah ke jalan (jurusan Pupuan-Busungbiu),” bebernya.

Saat ini, sambung Sudiarba, pihaknya memperluas proses penyelidikan hingga ke Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. Ini mengingat jalur tempat ditemukannya bayi tersebut merupakan wilayah perbatasan.

“Sedangkan untuk bayi itu, sekarang sudah diserahkan ke Dinas Sosial Provinsi. Kalau tidak salah sudah diserahkan sekitar dua hari lalu,” imbuhnya. 

Di sisi untuk kasus pembuangan bayi perempuan yang ditemukan di daerah Penebel Kapolsek Penebel, AKP I Gusti Kade Alit Murdiasa mengatakan sejauh ini belum ada perkembangan. 

"Minim barang bukti. Tapi kami masih berupaya menggali informasi di masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, di awal pihaknya sempat berusaha untuk mencari petunjuk dengan mengandalkan potensi rekaman CCTV.

Sayangnya, petunjuk seperti itu tidak ditemukan lantaran posisi CCTV tidak di jalur tempat bayi itu dibuang, jalan ke jurusan Biaung-Marga, merupakan jalan pedesaan yang sepi dan minim bangunan.

“Kami juga sudah cek ke puskesmas-puskesmas. Tanya-tanya warga sekitar. Kalau ada yang hamil pasti ke puskesmas periksanya. Tapi sampai sekarang belum ada informasi itu,” tukasnya.

Sembari melakukan penyelidikan, pihaknya saat ini juga sudah menyerahkan perawatan bayi perempuan itu ke Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Bali.

“Kalau tidak salah sudah diserahkan sekitar seminggu lalu. Sekarang bayi itu diasuh di salah satu yayasan yang ditunjuk Dinsos Provinsi,” tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#cctv #tabanan #penyelidikan #buang bayi #Kapolsek Pupuan