DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Kantor Perusahaan Oto (PO) Gunung Harta, Jalan Cokroaminoto, tampak ramai penumpang yang akan mudik sore Senin (24/3/2025).
Mereka memilih mudik lebih awal supaya lebih santai karena tanggal 28 Maret prediksi puncak arus mudik bertepatan dengan Ngerupuk yang tradisinya adanya arak-arakan ogoh.
Salah satu penumpang mengaku lebih awal mudik biar tidak macet karena akan Nyepi. Bersama keluara ia memakai bus ke Jawa Timur.”Dari awal berangkat takut ogoh-ogoh mau ke Jawa Timur,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Bambang, yang memilih lebih awal mudik ke Surabaya supaya tidak terburu-buru. Diakuinya harga tiket yang dibeli lebih mahal biasanya beli Rp 250 ribu.
”Pilih ini supaya gak kesusu. Saya ke Surabaya sendiri biar lebih cepat,” ucap pria yang berusia 47 tahun ini.
Dalam kesempatan yang sama, diwawancarai operator tiket PO Bus Gunung Harta di Ubung, Ni Luh Putu Widyani membenarkan ada peningkatan penumpang dari tanggal 20 Maret, membludaknya tanggal 28 Maret 2025.
Baca Juga: Tegaskan Iuran PWA dan Sanksi Wisman, Gubernur Koster Terbitkan SE Nomor 07, Suntik Dana Desa Adat
Bahkan, jumlah melonjak hingga 20-25 bus. Jumlah bus kategori eksekutif per bus 30-34 orang. Bus ekonomi jumlahnya 59 kursi dengan rute paling banyak ke Denpasar-Jember.”Rute paling banyak ke Denpasar-Jember, sehari bisa berangkat 6 bus,” ucap Widyani.
Harga tiket meningkat drastis, Denpasar ke Jogjakarta naik sekitar 70 persen mencapai harganya Rp 700 ribu, padahal biasanya Rp 380 ribu. Sedangkan Denpasar-Jember sekitar 40 persen.
Sebelumnya ke Jember harganya Rp160 ribu ke 230 ribu. Denpasar ke Surabaya dari Rp 280 ribu meningkar Rp 350 ribu.”Saat Hari Idul Fitri turun (permintaan,red), kenaikan harga tertinggi di tanggal 26 dan 27 Maret,” jelasnya
Keberangkatan terakhir bus Gunung Harta tanggal 28 Maret dari jam 08.00 pagi sampai jam 10.00 pagi. Widyani mengaku semua tiket sudah ludes terjual. Baik yang reguler maupun eksekutif.
”Sudah full booking, sudah penuh regular dan eksekutif dari dua mingguan, lalu. Yang sisa paling ke Jemberm Pembelian ke Jember langsung biasanya jarang ada yang booking,” terangnya.
Bus harus sampai ke pelabuhan paling lambat pukul 15.00 karena dari pelabuhan tutup jam 17.00 sore, maka dari itu bus lebih awal berangkat.”Biasanya kami terakhir berangkat jam 15.00 sore, pas tanggal 28 Maret maju jadi jam 10,” ujarnya.***
Editor : M.Ridwan