Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Liburan di Bali, Harmoni Diduga Jadi Korban Hipnotis, Rp 102 Juta Lenyap, Pelaku dari Kerajaan Brunai Darussalam

Andre Sulla • Minggu, 20 April 2025 | 17:29 WIB
RAIB: Ilustrasi penipuan dengan cara hipnotis korban diajak transaksi di ATM
RAIB: Ilustrasi penipuan dengan cara hipnotis korban diajak transaksi di ATM

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com - Apes dialami pria inisial Harmoni SM. Uang dalam rekening sebanyak Rp 102.300.000 Juta miliknya lenyap.

Itu lantaran ia menjadi korban penipuan bermodus hipnotis saat liburan di Bali. Kejadian berlangsung Kamis, 17 April 2025, sekitar pukul 10.00.

Informasi yang dihimpun radarbali.jawapos.com, kejadian ini terjadi pagi itu ketika Harmoni menikmati suasana di dekat lobi hotel.

Istrinya berada di kamar. Tak lama kemudian, dia didatangi seorang pria yang mengaku bernama Adam, asal Brunei.

Pria ini mengajaknya berbicara. Kemudian datang pria lain, teman Adam yang mengaku bernama Irawan. Setelah ngobrol lama, kedua pria itu tiba-tiba berbicara tentang bisnis di Indonesia. Harmoni menurut dan lebih banyak berdiam diri.

"Diduga, dua pelaku ini sengaja memperdaya korban," ungkap sumber petugas, Sabtu (19/4/2025).

Walaupun demikian, keduanya tampak serius ketika mengajak lelaki ini berbisnis. Mereka meminta saran kepadanya, bahkan diajak untuk ikut pergi ke ATM BRI.

 Baca Juga: Tiba-Tiba Diangkat Menjadi Penasihat Gubernur Bali, Begini Komentar Mantan Bupati Winasa

Tujuannya menyaksikan mereka bertransaksi. Diduga sudah terkena hipnotis, Harmoni menuju ATM BRI yang terletak di Jalan Sunset Road, Kuta.

Setiba di sana, dia diajak masuk ke dalam mesin ATM BRI untuk melihat jumlah nominal uang di ATM milik Irawan.

"Korban juga diminta untuk mengakses ATM pelaku Irawan," beber sumber.

Guna mempercepat transaksi, pelaku bernama Adam kemudian meminta korban sebagai perantara atau menyimpan uang transaksi mereka.

Bahkan, pelaku Adam menjanjikan akan memberikan 1 unit iPhone 16 Pro, apabila Harmoni bersedia menyimpan uang transaksi.

 Baca Juga: RERAINAN & ALA AYUNING DEWASA, (20/4/2025)

"Terakhir diingat, para pelaku meminta korban untuk menyerahkan ATM serta menunjukkan nominal uang di ATM," kata sumber mengutip pernyataan Harmoni saat melapor.

Ia (korban) menuruti kemauan itu, alasannya agar lekas diakses oleh Irawan. 

Ia menyetujui semua yang diminta. Sehingga tanpa sadar, menyerahkan ATM miliknya dan bersedia bertransaksi.

Usai transaksi, Harmoni pulang ke hotel, dan dua pria itu sudah tidak ada, alias kabur. Sesampainya di hotel, pria asal Sumatera Utara ini bertemu dengan istrinya dan menceritakan perihal transaksi yang dialaminya.

Ia pun meminta istrinya untuk mengecek M-banking karena orang baru dikenal itu sudah mentransfer sejumlah uang ke ATM sebagai transaksi bisnis.

Saat mengecek M-banking, tidak ada uang masuk. "Ternyata, uang tabungan mereka amblas, dikuras sebesar Rp 102.300.000," ungkap sumber. 

Pasangan suami istri itu baru sadar bahwa mereka menjadi korban penipuan dengan modus hipnotis. Penipuan yang dilakukan oleh kedua pelaku terbilang sangat profesional.

Pelaku diduga sengaja mencari sasaran para tamu yang menginap di hotel yang notabene berduit tebal. 

Masalah ini telah dilaporkan ke Polresta Denpasar. Kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Terpisah, Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi belum bisa dikonfirmasi terkait laporan penipuan bermodus hipnotis tersebut. "Saya belum mendapat info," singkatnya.***

 

Editor : M.Ridwan
#Lenyap #hipnotis #bobol atm #penipuan #sunset road