Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Penembakan 2 WNA di Villa CA Mengwi, Buntut Masalah Pelaku dan Korban Diduga Sesama Gengster Australia

Andre Sulla • Minggu, 15 Juni 2025 | 13:08 WIB

 

 

GARIS POLISI: TKP penembakan diduga sesama Gengster Australia dipasang garis polisi di vila CA Mengwi Badung.
GARIS POLISI: TKP penembakan diduga sesama Gengster Australia dipasang garis polisi di vila CA Mengwi Badung.

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com - Aksi koboi dua penembak misterius, menewaskan Dua lelaki Australia bernama Zivan Radmanovic, 32, dan temannya Sanar Ghanim, 35, kini sekarat diduga sudah berencana.

Bahkan kuat dugaan, kedua belah pihak ini susah bermasalah di tempat asal mereka sehingga melebar dan berlangsung di Villa Casa Santisya 1, Gang Maja, Jalan Pantai Munggu Seseh, Banjar Sedahan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Sabtu 14 Juni 2025 sekira pukul 00.20 WITA.

"Dua pelaku masih dikejar, dan dua korban yang ditembak itu sama-sama kelompok gengster di Australia," duga sumber petugas, Sabtu (14/6), sembari mengatakan analisa tersebut berdasarkan olah TKP dan keterangan sejumlah saksi.

Salah satunya Gourdeas Jazmyn, 29, istri dari almarhum Zivan pemilik No. pasport RA8737XXX. Kepada penyidik, wanita pemilik no paspor RA8465XXX sebut masih tak menyangka secepat itu sang suami pergi meninggalkan dirinya.

Dikatakan sang istri dari almarhum yang kini alami trauma dan syok berat akibat peristiwa berdarah, setahunya pintu villa sudah dalam keadaan terkunci secara otomatis menggunakan sidik jari. Dia ketiduran sekitar pukul 00.00 WITA.

Dirinya terkejut ketika mendengar suara dobrakan pintu gerbang, disertai bunyi letusan senjata api. Sang suami yang terbangun untuk mengecek, ternyata langsung di tembak berulang kali dari pintu kamar hingga ke dalam toilet.

 Baca Juga: Satukan Kearifan Lokal dengan Hukum Nasional, Denpasar Menjadi Penutup Peluncuran Bale Kertha Adhyaksa Se-Bali

 Ia ketakutan dan hanya bisa mengintip dari cela selimut. Saat itu dia melihat seorang pelaku menggunakan jaket orange terang, helm hitam gelap. "Saksi hanya bisa menangis terdiam sembari menyakikan Zivan ditembak berulang kali di dalam toilet," beber sumber mengutip kesaksiannya.

Mengetahui suaminya tergelak tak berdaya dan bersimbah darah, penembak misterius itu keluar, lalu melangkah ke kamar yang ditempati Sanar. Wanita yang posisinya tempat tidur itu hanya mendengar bunyi tembakan berkali-kali dan teriakan Sanar.

Mengetahui dua pelaku yang sempat berkomunikasi menggunakan bahasa Australia itu pergi, Sanar bangun dan lari ke luar villa, kemudian teriak minta tolong kepada warga setempat. Pun wanita ini bangun dan bergegas memeluk suaminya terkapar di toilet. Mengecek denyut nadi suami dan ternyata sudah tidak berdetak lagi.

"Menurut keterangan saksi, terduga pelaku juga berkebangsaan Australia diketahui dari bahasa dan logat bicara," tambah sumber.

Sementara itu, saksi Daniela istri dari Sanar terbangun ketika mendengar suara letusan di kamar sebelah, dia melihat seorang laki-laki menggunakan jaket warna hijau, masker warna gelap serta helm berwarna gelap, berusaha masuk ke kamarnya sehingga ia berusaha selamatkan diri dengan cara berlari keluar.

Di luar, melihat ada dua motor matic terparkir halaman villa. Saksi II berlari ke arah timur. "Ternyata lelaki misterius itu menembak Sanar, pemilik No. Paspor RA4697XXX," ungkap cetus sumber sembari meminta namanya dirahasiakan.

Beberapa saksi merupakan warga lokal mengaku bergegas keluar dan mengecek apa yang terjadi setelah mendengar bunyi letusan berkali-kali. Namun para dua pelaku itu bergegas kabur setelah salah satunya mengatakan,“I Cant Start My Bike,” begitu yang dikutip salah satu dari sejumlah saksi warga lokal.

Setelah dirasa aman para saksi mengecek ke TKP dan terlihat pintu villa sudah hancur. Di dalam villa terdapat dua korban asal Australia bersimbah darah. "Satu meninggal dan satunya luka parah," lagi sebutnya.

Sanar dan istri dari Zivan meminta menghubungi pemilik villa, ambulans dan kepolisian. Zivan Radmanovic meninggal dunia akibat sejumlah luka tembakan dan dibawa ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah.

Sementara Sanar Ghanim mengalami luka tembak dan dilarikan ke BIMC Hospital Kuta, Kabupaten Badung. Berdasarkan hasil Identifikasi Ident Polres Badung dan Inafis Polda Bali, Zivan alami 1 luka tembak telapak kaki kanan, 2 luka tembak pada dada kiri dan sekujur tubuh. Bahkan peluru masih bersarang sehingga akan dilakukan autopsi.

 Baca Juga: Satukan Kearifan Lokal dengan Hukum Nasional, Denpasar Menjadi Penutup Peluncuran Bale Kertha Adhyaksa Se-Bali

Sementata itu sumber lain ditemui di lokasi kejadian, Villa Caca Santistya 1, terdapat 3 kamar yang ditinggali 5 orang penghuni.

"Kamar 1 dihuni oleh Korban Zivan dan istrinya Gourdeas. Kamar 2 dihuni oleh Stijs. Kamar 3 dihuni Sanar Ghanim dan istri Daniela, kaca pintu terdapat tiga lubang akibat di tembak," sebutnya. Polisi telah melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti, termasuk 17 buah selongsong peluru, 2 buah proyektil utuh, dan 55 buah pecahan proyektil.

Kepala Kepolisian Resor Badung AKBP M. Arif Batubara, SH. SIK. MH. M.Tr.Opsla turut ke lokasi kejadian melihat langsung oleh TKP. "Saya belum bisa menyimpulkan motif dan identitas karena anggota masih melakukan olah TKP," singkatnya.

Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Pol Aria Sandy, S.I.K, menyatakan tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali, Intel, dan Satuan Kerja (Satker) terkait telah turun ke lapangan untuk membantu Polres Badung mengungkap kasus penembakan tersebut.

Tentu memintai keterangan saksi dan bukti petunjuk. Polisi berharap, bahwa dengan adanya bukti-bukti tersebut, dapat membantu mengungkap kasus penembakan tersebut. Polisi akan terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi untuk mengungkap kasus penembakan tersebut.

"Kami melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan mengumpulkan informasi. Juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dikonfirmasi," pungkas Jubir Polda Bali.***

Editor : M.Ridwan
#WNA Australia #penembakan #mengwi