DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Wisatawan bebas bawa senjata api di Bali. Ini masalah besar. Darimana asal senjata dan amunisinya?. Pasalnya, akibat ulah gangster asing melakukan penembakan brutal yang menewaskan 1 WNA Australia di Vila Casa Santisya.
Kepolisian Daerah Bali (Polda Bali) kerahkan seluruh direktorat backup Polres Badung mengungkap kasus penembakan sadis oleh gengster misterius.
Tentu terhadap dua Warga Negara Asing (WNA) Australia bernama Zivan Radmanovic, 32, tewas di tempat dan satu lainnya Sanar Ghanim, 35, luka parah dan kritis.
Baca Juga: Satu Korban Tewas di Arena Tajen Songan Kintamani, Polres Bangli Sebut hanya Gegara Salah Paham
Tim gabungan mendapatkan beberapa instruksi dari pimpinan, salah satunya adalah berhati-hati karena dua terduga pelaku masih memegang senjata api.
Menariknya, jika dalam melakukan penangkapan nanti dan para gengster itu melawan, maka diinstruksikan jangan ragu melepas tembakan dengan sistem tindakan tegas terukur.
Pantauan Jawa Pos Radar Bali di lokasi kejadian Minggu (15/6/2025), sejumlah polisi, baik berpakaian dinas maupun kenakan pakaian preman terus berjaga-jaga.
Tujuannya agar tidak ada pihak lain masuk-keluar sehingga mempersulit olah TKP berikutnya, baik pencarian bukti tambahan dan terkait pengambilan sidik jari lanjutan.
Sejumlah polisi ditemui di lokasi kejadian ternyata bukan hanya anggota Reserse Polres Badung. Melainkan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali, Direktorat Reserse Siber Polda Bali, dan Direktorat Intelkam Polda Bali.
"Ya disini banyak dari Polda. Tim ini dibentuk pimpinan untuk penyelidikan dan pengungkapan kasus yang melibatkan orang asing," bisik sumber petugas.
Dikatakan, tim gabungan sementara mencari saksi dan bukti tambahan di seputaran tempat kejadian yakni Villa Casa Santisya 1, Gang Maja, Jalan Pantai Munggu Seseh, Banjar Sedahan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Selain di lokasi TKP, sebagian personil dikerahkan koordinasi dengan polres-polres yang terdapat pintu keluar Bali melalui darat untuk dilakukan penjagaan.
Juga pintu keluar melalui udara, termasuk koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Imigrasi. Dugaan sementara, para pelaku itu orang asing dan mereka masih bersembunyi di wilayah Bali.
"Yang pasti dalam penyelidikan kasus ini, kami diinstruksi berhati-hati, karena mereka memiliki senjata. Selain itu, jangan ragu untuk melakukan penembakan dengan sistem tindak tegas terukur," tutupnya.
Terpisah, Kapolda Bali Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.IK., M.Si., membenarkan bahwa telah bentuk tim khusus. Tim dikatakan masih bekerja. Selain berkoordinasi dengan jajaran, Polda Bali juga bekerjasama dengan Mabes Polri, dan berkoordinasi dengan Kepolisian Australia.
"Kami sementara berupaya mengungkap perkara yang melibatkan orang asing ini," singkatnya, Minggu (15/6/2025).
Menimpali Kapolda, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, S.I.K., mengatakan jenis senjata belum bisa dipastikan. Polda Bali sementara menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik terkait jenis 17 buah selongsong, 2 buah proyektil utuh, dan 55 buah pecahan proyektil diamankan dari TKP.
"Nanti hasilnya sudah keluar, baru bisa di analisa," cetus mantan Kabid Humas Polda Bali. Menyangkut Autopsi jenazah Zivan Radmanovic, 32, akan dijadwalkan. Lalu temannya Sanar Ghanim, 35, sudah jalani operasi dan kondisinya mulai membaik. "Ya, Sanar berstatus rawat jalan karena baru saja (sore kemarin) keluar dari RS ," tutup mantan Kabid Humas Polda NTT ini.
Baca Juga: Jadwal Timnas U-23 di Piala AFF U-23: Siap Hadapi Brunei, Filipina, dan Malaysia!
Seperti berita sebelumnya, para penembak dan dua korban ini diduga sama-sama kelompok gengster di Australia. Analisa menyangkut dugaan tersebut berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi. Salah satunya Gourdeas Jazmyn, 29, istri dari almarhum Zivan pemilik No. pasport RA8737XXX.
Kepada penyidik, wanita pemilik no paspor RA8465XXX ini sebut masih tak menyangka secepat itu sang suami pergi meninggalkan dirinya saat liburan di Bali. Keterangan awal dari wanita masih alami trauma dan syok berat akibat peristiwa berdarah, sama sekali tak mengenali para pelaku.
Setahunya pintu villa sudah dalam keadaan terkunci secara otomatis menggunakan sidik jari. Dia ketiduran sekitar pukul 00.00 WITA. Terkejut ketika mendengar suara dobrakan pintu gerbang, disertai bunyi letusan senjata api,
di Villa Casa Santisya 1, Gang Maja, Jalan Pantai Munggu Seseh, Banjar Sedahan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Sabtu 14 Juni 2025 sekira pukul 00.20 WITA.
Sang suami yang terbangun untuk mengecek, ternyata langsung di tembak berulang kali dari pintu kamar hingga ke dalam toilet. Karena ketakutan, dia mengintip dari cela bed cover. Terdapat pelaku menggunakan jaket orange terang, helm hitam gelap.
Dia menangis terdiam sambil menyaksikan Zivan ditembak berulang kali di dalam toilet. Mengetahui suaminya tergelak tak berdaya dan bersimbah darah, penembak misterius itu keluar, lalu melangkah ke kamar yang ditempati Sanar.
Baca Juga: Jadwal dan Cara Cek Pengumuman Kelulusan PPPK Tahap 2 2024: Simak Kode Pentingnya!
Wanita yang posisinya tempat tidur itu hanya mendengar bunyi tembakan berkali-kali dan teriakan Sanar. Mengetahui dua pelaku yang sempat berkomunikasi menggunakan bahasa Australia itu pergi, Sanar bangun dan lari ke luar villa, mencari istrinya sudah kabur. Karena tak melihat sang istri bernama Daniela, Sanar teriak minta tolong kepada warga setempat.
Sementara itu, Gourdeas bergegas bangun dan melihat suami. Ia sempat memeluk suaminya terkapar di lantai toilet berlumuran darah. Sempat mengecek denyut nadi suami dan ternyata sudah tidak berdetak lagi.
Sementara itu, saksi Daniela istri dari Sanar terbangun ketika mendengar suara letusan di kamar ditempati Zivan dan Gourdeas. Saat itu dia melihat seorang laki-laki menggunakan jaket warna hijau.
Pria yang kenaka masker warna gelap serta helm berwarna gelap, berusaha masuk ke dalam kamar yang ditempatinya bersama suami. Karena ketakutan, ia berusaha selamatkan diri dengan cara berlari keluar villa.
Di luar, melihat ada dua motor matic terparkir halaman villa. Dia berlari ke arah timur. Ternyata lelaki misterius itu menembak suami yakni Sanar, pemilik No. Pasport RA4697XXX.
Baca Juga: Musisi dan Produser Gusti Irwan Wibowo 'Gustiwiw' Meninggal saat Pemutaran Film GJLS
Kejadian ini membuat beberapa saksi merupakan warga lokal mengaku bergegas keluar dan mengecek apa yang terjadi setelah mendengar bunyi letusan berkali-kali. Namun dua pelaku itu bergegas kabur setelah salah satunya mengatakan,“I Cant Start My Bike,” begitu yang dikutip salah satu dari sejumlah saksi warga lokal. Setelah dirasa aman para saksi mengecek ke TKP dan terlihat pintu villa sudah hancur.
Di dalam villa terdapat dua korban asal australia bersimbah darah. Satu meninggal dan satunya tewas. Sanar dan istri dari Zivan meminta menghubungi pemilik villa, ambulan dan kepolisian. Zivan Radmanovic meninggal dunia akibat sejumlah luka tembakan dan dibawa ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah. Sementara Sanar Ghanim mengalami luka tembak dan dilarikan ke BIMC Hospital Kec. Kuta, Kab. Badung.
Berdasarkan hasil Identifikasi Ident Polres Badung dan Inafis Polda Bali, Zivan alami 1 luka tembak telapak kaki kanan, 2 luka tembak pada dada kiri dan sekujur tubuh.
Bahkan peluru masih bersarang sehingga akan dilakukan autopsi. Untuk diketahui. Villa Caca Santistya 1, terdapat 3 kamar yang ditinggali 5 orang penghuni. Kamar 1 dihuni oleh Korban Zivan dan istrinya Gourdeas. Kamar 2 dihuni oleh Stijs, kamar 3 dihuni Sanar Ghanim dan istri Daniela.***
Editor : M.Ridwan