Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Misteri Kasus Penembakan Maut Villa Casa Cantisya Terungkap dari Tato di Tubuh Tupou, Terekam CCTV Dua Toko di Badung dan Jembrana

Andre Sulla • Kamis, 19 Juni 2025 | 00:00 WIB
BB: Dua mobil digunakan tiga pelaku, Toyota Fortuner warna putih dan Suzuki XL 7 warna putih di parkiran Polres Badung, Rabu (18/5/2025). (Andre Sulla/Radar Bali)
BB: Dua mobil digunakan tiga pelaku, Toyota Fortuner warna putih dan Suzuki XL 7 warna putih di parkiran Polres Badung, Rabu (18/5/2025). (Andre Sulla/Radar Bali)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Jejak darah lelaki Australia bernama Zivan Radmanovic, 32, tewas di tempat dan satu lainnya Sanar Ghanim, 35, alami luka serius, telah jelas.

Misteri penembakan maut Villa Casa Cantisya, Jalan Pantai Munggu Seseh, Banjar Sedahan, Desa Munggu, Mengwi Badung, terungkap dari tato gengster Aussie bernama Tupou Pasa I Midolmore, usia 37 tahun.

Coskun terekam CCTV saat membeli rokok di salah satu toko sembako, tak jauh dari Villa Casa Cantisya, Jalan Pantai Munggu Seseh, Banjar Sedahan, Desa Munggu, Mengwi Badung, beberapa menit sebelum terjadi aksi penembakan. Dia juga terekam CCTV saat beli makan ringan di salah satu toko di Jembrana.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, penangkapan tiga pelaku asal Negeri Kanguru merupakan rezeki untuk Kepolisian Indonesia. Sebab, kasus tersebut sudah viral ke berbagai belahan dunia.

Jika lambat diungkap, citra polisi dan Pariwisata Bali tercoreng bukan main. "Beruntung Tupou sempat beli rokok tak jauh dari TKP beberapa saat sebelum penembakan," kisah sumber. 

Lebih lanjut dijelaskan, dari ciri-ciri dan tatonya terekam CCTV toko sembako kawasan TKP ini dan pergi menggunakan motor Sabtu malam beberapa saat sebelum kejadian.

Pun orang dengan ciri-ciri dan memiliki tato yang sama persis, diketahui turun dari mobil Toyota Fortuner putih, terekam CCTV di salah satu toko modern di kawasan Jembrana, Jumat subuh. 

Dari sana lah diketahui bawa para pelaku ini telah kabur ke luar Bali. Polda Bali langsung mengeluarkan surat koordinasi dengan sejumlah pihak. Kepolisian tetangga, Mabes Polri, Imigrasi.

Sempat kehilangan jejak di daratan jawa, karena mereka ganti mobil tumbangi Suzuki XL 7. "Tidak ada keterlibatan WNI. Sadis cara para gengster ini mengelabui pengejaran," kisahnya.

Lalu, terungkap dua orang telah kabur lebih dahulu ke Singapura setelah Darcy diamankan di Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta. Karena itu, Kepolisian indonesia berkoordinasi dengan kepolisian negara-negara tetangga.

"Walaupun sudah tiba di Changi Airport, Singapura, ke duanya sudah tidak bisa ke mana-mana, sehingga diciduk dengan mudah dini hari itu," bisik sumber ini.

Sementara itu, kepada awak media, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., Darcy Francesco Jenson, usia 37 tahun. Coskun Mevlut, usia 23 tahun. Dan Tupou Pasa I Midolmore, usia 37 tahun, sudah merencanakan skenario dalam melakukan aksi hingga pelarian. Ini terungkap dari keterangan awal.

Bahwa gengster asal Negeri Kangguru ini diduga diduga melakukan tindak kejahatan lain yakni penipuan dan penggelapan sewa dua motor dan dua unit mobil untuk memuluskan upaya melakukan aksi. Dan melarikan diri.

Memakai dua motor berangkat ke Villa dan melakukan aksi penembakan Sabtu, 14 Juni 2025, sekitar pukul 00.20 WITA.

Usai melakukan pembunuhan, Darcy, Coskun, dan Tupou, kabur menggunakan dua motor matic. Mereka bergegas ke lokasi penyimpanan mobil. Motor ditinggal pergi menumpangi mobil Toyota Fortuner warna putih DK 1537 ABB.

Tim Gabungan Polda Bali, Polres Badung, Bareskrim, Imigrasi, Divhubinter, NCP Interpol, pun berkoordinasi untuk men-tracking jejak ketiganya.

Mobil Fortuner ini ditemukan oleh petugas di kawasan Tabanan. Setelah itu, para pelaku diketahui menggunakan mobil Suzuki XL 7 warna putih DK 1339 FBL untuk menyebrang ke Pulau Jawa menuju Surabaya. Lalu menancap gas ke Bandara Soekarno Hatta, Jakarta untuk kemudian kabur ke luar negeri.

Walapun Coskun Mevlut dan Tupou Pasa I Midolmore sempat lolos ke Singapura, namun petugas Imigrasi dan Bareskrim dapat mencegat Darcy di Bandara sebelum sempat kabur ke negara lain. Lelaki ini sempat lari namun dikejar dan dapat diamankan, Senin malam (16/6/2025). 

Dari pemeriksaan, Darcy akui dua rekannya sudah lebih dulu terbang ke Singapura. "Hasil koordinasi dan kerja sama yang baik, Coskun Mevlut, dan Tupou dapat ditangkap tanpa perlawanan oleh The Singapore Police Force (SPF)," tutup Kapolda Bali 

Menimpali Kapolda, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, S.I.K., menyampaikan bahwa kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti, yakni kendaraan yang digunakan, bukti CCTV, senjata hamer, selongsong peluru dan pecahan proyektil.

Hanya barang bukti senjata api yang belum dapat diamankan. Berdasar hasil scientific crime investigation, dan pencocokan bukti dengan keterangan saksi-saksi, polisi tetapkan ketiganya sebagai tersangka. Belakangan terkuak, kendaraan yang dipakai melarikan diri itu hasil penipuan dan penggelapan

 

Kini, penyidik sedang melakukan pendalaman terkait motif dan rincian tindak pidana yang dilakukan. "Selain pembunuhan berencana, mereka terancam dikenakan penipuan dan penggelapan, dua motor dan mobil mobil rental lalu, dia tinggalkan begitu saja. Pistol belum ditemukan," singkatnya. 

Sementara itu sumber lain merinci, Darcy di jemput ke Jakarta, lalu di bawa diterbangkan menggunakan Pesawat Batik Air nomor penerbangan ID7311, tiba di Bali sekitar pukul 19.00 WITA. Coskum tiba di Bali menumpangi Pesawat Singapore Airlines nomor penerbangan SQ 946 sekitar pukul 21.00 WITA.

Tupou, dari Singapore menggunakan Pesawat Singapore Airlines nomor penerbangan SQ 948, sekitar pukul Pukul 23.30 WITA. Dari bandara, Darcy, pemilik No. Paspor PB5362XXX, Coskun miliki No Paspor RA4899XXX dan Tupou berpaspor No. Paspor RA3972XXX d bawa ke Polres Badung menggunakan kendaraan masing-masing.

"Ya dikawal ketat agar tidak melarikan diri. Rantis Tambora Polres Badung, ikut mengawal," pungkas sumber ini. (dre)

Editor : Rosihan Anwar
#penembakan