DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Motif aksi brutal penembakan WNA Australia oleh tiga gangster Australia melakukan penembakan sadis di di Villa Casa Cantisya, Jalan Pantai Munggu Seseh, Banjar Sedahan, Desa Munggu, Mengwi Badung, masih menyisakan misteri.
Karena itu, tim gabungan laboratorium forensik, Push Identifikasi Mabes Polri, Identifikasi Polda maupun Identifikasi Polres, kembali melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) beberapa hari lalu.
Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara, SH., SIK., MH., M.Tr., menyatakan keterangan tiga lelaki Australia Darcy Francesco Jenson, 37. Coskun Mevlut, 23. Dan Tupou Pasa I Midolmore, 37, terus didalami. Tak hanya kepolisian Indonesia, agensi dari Australia juga ikut turun tangan untuk menuntaskan kasus penembakan yang penuh misteri ini.
“Benar ada Olah TKP beberapa hari lalu. Dilakukan oleh laboratorium forensik, kemudian Push Identifikasi Mabes Polri, identifikasi Polda maupun identifikasi Polres,” Kapolres Badung AKBP M Arif Batubara, Minggu (23/6). Ia menambahkan, sampai dengan saat ini olah TKP itu selalu diulangi.
Tentunya untuk mencari bukti-bukti baru, sejauh mana bukti baru tersebut bisa ditemukan kembali walaupun sudah melakukan olah TKP dari awal.
Karena itu Villa Casa tersebut dinyatakan masih status quo. Pencarian bukti baru ini untuk mempermudah melakukan penyelidikan.
Baca Juga: PHK 157 Karyawan, Disperinaker Badung Verifikasi Lapangan FINNS Recreation Club
"Kegiatan olah TKP diulang ini, tim menggunakan alat kamera 3D Scanner di villa," ungkapnya.
Proses olah TKP beberapa hari lalu menggunakan kamera 3D Scanner kurang lebih berlangsung 4 jam. Disinggung mengenai motif pelaku dan barang bukti senjata api apakah telah terungkap dan ditemukan. "Baik mutif maupun jenis pistol, kami masih dalami," cetus, AKBP Arif.
Menyangkut motif dan senpi, sampai sekarang masih investigasi. Disinggung terkait keterlibatan Australian Federal Police (AFP) terhadap pengungkapan kasus ini, Kapolres Badung, menyampaikan pihaknya dengan AFP berkolaborasi pertukaran informasi.
“Keterlibatan AFP memang intens, kolaborasi untuk mencarikan informasi dan data,” pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan