SINGARAJA, Radar Bali.id - Beredarnya video asusila di media sosial (medsos) belakangan ini, membuat resah publik. Apalagi informasi yang beredar, menyebut kalau pemeran wanitanya berasal dari wilayah timur Kabupaten Buleleng.
Polisi pun melakukan penyelidikan, guna mencegah hal-hal serupa malah ditiru oleh generasi muda.
Video dewasa itu menjadi perbincangan publik sejak Minggu (22/6) di media sosial Facebook (FB). Dalam video berdurasi enam menit 50 detik, terekam jelas wajah pemeran wanita yang muncul sejak detik pertama, begitu juga wajah pemeran laki-laki yang terlihat jelas di menit-menit pertengahan. Ciri-ciri yang menonjol dari pemeran wanita yakni adanya tato kupu-kupu di bagian kiri dadanya.
Untuk itu, Polres Buleleng pun kini melakukan penyelidikan. Sejak ramai di media sosial, Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi sudah menginstruksikan penelusuran ke Sat Reskrim sejak Senin (23/6/2025). Mengingat beredarnya video ditambah narasi-narasi, membuat masyarakat semakin resah.
”Karena ramai dan timbulkan keresahan masyarakat, makanya dilakukan penyelidikan,” ujar AKBP Widwan didampingi Kasat Reskrim dan Kasi Humas Polres Buleleng.
Polisi menjelaskan, penyelidikan atas beredarnya video tato kupu-kupu, dilakukan untuk meredam keresahan dan informasi liar.
Apalagi bila tidak cepat ditangani, dapat menimbulkan spekulasi berlebih, yang malah ditiru oleh generasi muda yang melek teknologi.
Kedua pemeran diduga kuat merekam adegan seksual itu sendiri dan dengan sengaja. Meski begitu, mengenai waktu pengambilan video, polisi masih belum mengetahui secara pasti. Pembuatan dan penyebaran konten seksual itu dapat dikenakan UU ITE, selain dengan aturan mengenai pornografi.
”Penyelidikan dilakukan meski tidak ada laporan, hanya karena viral dan timbulkan keresahan,” tandas AKBP Widwan. [*]
Editor : Hari Puspita