Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Insiden Berdarah The Cameng Restaurant Sanur, Turis Tiongkok Saling Lapor, Dipicu Salah Paham Saat Makan Malam

Andre Sulla • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 19:05 WIB
INSIDEN BERDARAH: Wanita Tiongkok alami pendarahan akibat baku hantam di The Cameng Restaurant, Jalan Hang Tuah No. 33, Sanur Kaja, Denpasar Selatan, Senin 4 Agustus 2025
INSIDEN BERDARAH: Wanita Tiongkok alami pendarahan akibat baku hantam di The Cameng Restaurant, Jalan Hang Tuah No. 33, Sanur Kaja, Denpasar Selatan, Senin 4 Agustus 2025

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Insiden berdarah yang melibatkan dua pihak turis sesama asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di The Cameng Restaurant, Jalan Hang Tuah No. 33, Sanur Kaja, Denpasar Selatan, kini berbuntut panjang. Peristiwa yang terjadi pada Senin malam (4/8/2025) sekitar pukul 20.00 WITA itu ternyata tak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga konflik hukum. Kedua belah pihak kini saling klaim sebagai korban dan melapor ke polisi.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, pertikaian tersebut bermula dari cekcok saat makan malam. Belum diketahui pasti penyebab pastinya, namun suasana mendadak memanas hingga berujung baku hantam. "Akibat kejadian itu, saat ini kedua pihak saling melapor dan proses penyelidikan sedang berjalan,” ujar sumber petugas saat dikonfirmasi, Kamis (7/8/2025).

Pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pegawai restoran dan beberapa pengunjung yang sempat merekam kejadian tersebut. Selain itu, rekaman CCTV restoran juga telah diamankan sebagai barang bukti.

“Saat ini penyidik masih mendalami motif pertikaian. Kita juga berkoordinasi dengan pihak Imigrasi serta Konsulat Tiongkok di Denpasar terkait status dan keberadaan kedua belah pihak WNA tersebut,” imbuh Sukadi.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi menyatakan, insiden perkelahian antar sesama WNA Tiongkok di restoran di wilayah Sanur itu, pihaknya masih dalami keterangan sebatas klarifikasi. Polisi menegaskan akan menangani kasus ini secara profesional dan adil. "Soal saling lapor, saya akan konfirmasi lagi," tutupnya.

Seperti berita sebelumnya, dua wanita masing-masing bernama Zhang Qing, 28, dan Nian Yue, 27, nyaris tewas, akibat ditusuk gunakan pecahan gelas, setelah pertikaian sesama turis yang baru saja melakukan perjalanan laut dari Nusa Penida tiba dan memesan makanan.

 Baca Juga: Tujuh Menteri Rapat di Bali, Konsolidasi dan Percepatan Operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Ini Targetnya

Saat kejadian Zhang Qing dan Nian Yue berada di meja nomor satu restoran dan tengah berdiskusi soal menu makanan yang akan dipesan. Namun, pengunjung lain di meja sebelah, diduga tersinggung karena merasa terganggu dengan suara obrolan mereka. Seorang perempuan yang diketahui bernama Moo Yon, 29, langsung melontarkan kata-kata makian, mengancam akan memanggil temannya.

Tak lama berselang, datanglah teman pria Ding Yonglong, 33, yang langsung bersikap agresif dan melakukan pelecehan serta penghinaan dia wanita itu.

Kekerasan kemudian tak terhindarkan. Ketika para korban hendak menghubungi pihak kepolisian, ponsel dirampas. Kemudian pria berambut kuning yang menendang dua wanita itu, menghancurkan piring, dan mengancam akan membunuh korban.

 Baca Juga: Honda DBL with Kopi Good Day 2025: KONI Bali Apresiasi Ajang Bergengsi Pelajar

Ia bahkan menodongkan pecahan gelas ke arah leher para korban. Dua wanita itu sempat melakukan perlawanan, namun tetap saja mengalami luka robek terbuka di bagian tangan kanan, luka sayatan di bahu kanan, dan lebam di tulang kering kaki.

Tak hanya itu, dua pelaku lain yang identitasnya belum diketahui karena paspor hilang, juga ikut terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Mereka duduk di meja nomor empat.

Beruntung, beberapa pengunjung dan warga sekitar segera datang untuk melerai perkelahian. Dua orang dilaporkan sempat tergeletak di lantai saat tim BPBD Kota Denpasar. Dua wanita ini dievakuasi ke RS Sanur International Hospital untuk mendapatkan penanganan medis.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa pecahan gelas yang digunakan untuk menodong korban, serbet yang berlumuran darah, serta sampel darah dari TKP.***

Editor : M.Ridwan
#makan malam #insiden berdarah #tiongkok #sanur