Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dipicu Ejekan Cewek, Pelajar Kelas X SMK Nusa Dua Dianiaya Kakak Kelas, Begini Masalahnya

Andre Sulla • Minggu, 28 September 2025 | 03:25 WIB
PENGANIAYAAN:  MFU, 17, siswa kelas X. Sedangkan terlapor adalah AW, 19, siswa kelas XII di belakang SMK Pariwisata Nusa Dua, Jalan Bypass Ngurah Rai,
PENGANIAYAAN: MFU, 17, siswa kelas X. Sedangkan terlapor adalah AW, 19, siswa kelas XII di belakang SMK Pariwisata Nusa Dua, Jalan Bypass Ngurah Rai,

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com - Publik digegerkan dengan sebuah video penganiayaan pelajar SMK di Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, viral di media sosial. Dalam rekaman berdurasi singkat itu terlihat seorang siswa berseragam olahraga biru dipukul dan ditendang oleh kakak kelasnya di sebuah lahan kosong.

Kapolsek Kuta Selatan Kompol I Komang Agus Dharmayana W., S.I.K., M.Si., membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah melakukan pendalaman di lokasi kejadian, yakni lahan kosong di belakang SMK Pariwisata Nusa Dua, Jalan Bypass Ngurah Rai, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Jumat 26 September 2025 sekitar pukul 08.00 WITA.

“Korban berinisial MFU, 17, siswa kelas X. Sedangkan terlapor adalah AW, 19, siswa kelas XII,” ujar Kompol Agus Dharmayana. Kasus ini berawal dari ejekan seorang siswi teman sekelas korban berinisial YA yang menyebut korban “Jelek banyak gaya,” beber Kapolsek mengutip keterangan para pihak, Sabtu (27/9/2025).

Merasa tidak terima, korban kemudian meminta nomor ponsel pacar YA untuk menasehati agar tidak lagi melecehkan dirinya. Meski sempat mengabaikan ejekan itu, YA kembali memancing dengan ucapan, “Katanya kamu mau melawan pacarku," kisahnya. Korban menanggapi dengan jawaban, “Ya udah sini ne,” jawabnya.

Ucapan itu kemudian sampai ke pacar YA berinisial RES, 18, siswa kelas XII. Dalam percakapan WhatsApp, korban sempat meminta maaf, namun tidak diterima. RES kemudian menyampaikan tantangan itu kepada AW, kakak kelas korban. Dari sanalah pertemuan berujung penganiayaan.

Adak kelas ini dipanggil ke area parkir sekolah, lalu diarahkan ke lahan kosong di belakang sekolah, Jumat 26 September 2025 sekitar pukul 11.30 WITA. Di sana sudah menunggu sejumlah siswa lain. MFU sempat meminta penyelesaian baik-baik dan kembali menyampaikan permintaan maaf.

Namun AW justru menudingnya sok jagoan dengan membawa-bawa parang. Seperti dalam video yang beredar luas, dipukul sekali di wajah, ditendang sekali di bagian wajah. Sebelumnya sempat dipukul di hidung, rahang kiri, dan ditendang di bokong serta kepala.

"Akibat penganiayaan itu, korban mengalami sakit pada pipi kiri, sulit makan, serta hidung terasa sakit hingga kesulitan bernafas," kisah Kapolsek.

Video dari masalah ini disebarluaskan sore itu sekitar pukul 16.30 WITA, kemudian viral di medsos. Kasus ini baru dilaporkan ke Mapolsek Kuta Selatan pada Sabtu (27/9) sekitar pukul 02.30 WITA. Pihak kepolisian kemudian mempertemukan korban, pelaku, saksi, orang tua, serta pihak sekolah dan yayasan untuk menggali pokok permasalahan.

“Saat ini kasus sudah ditangani. Korban telah membuat laporan resmi, dan pihak sekolah akan memberikan sanksi tegas kepada siswa yang terlibat,” cetus Kapolsek. "Pihak sekolah juga menyatakan menyerahkan serta menghormati seluruh proses hukum yang berjalan di kepolisian," pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
#penganiayaan #pelajar smk #polsek kuta selatan