Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dua Kali Mangkir, Lelaki Turis Arab Saudi Dicari Polisi karena Aniaya Kekasih

Andre Sulla • Rabu, 8 Oktober 2025 | 23:49 WIB

 

 

Identitas WNA Arab yang belum tersentuh hukum
Identitas WNA Arab yang belum tersentuh hukum

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Denpasar kini memburu seorang Turis asal Arab Saudi bernama Alrabie Ahmad Ali Y, 38.

Yang bersangkutan dicari menyusul dikeluarkan surat Daftar Pencarian Saksi (DPS), baru-baru ini. Sebab pria berprofesi wiraswasta itu dugaan melakukan tindak pidana penganiayaan berat terhadap seorang perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial RR, 29.

Wanita Banyuwangi ini dianiaya secara brutal di Villa Delgado, Jalan Gunung Athena I No. 18, Kelurahan Padangsambian Kelod, Kecamatan Denpasar Barat. Berdasarkan dokumen resmi Nomor: DPS/24/VII/2025/Satreskrim, Alrabie Ahmad Ali Y diminta hadir untuk dimintai keterangan penting terkait perkara penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP.

 

Penganiayaan yang dilakukan WNA Arab
Penganiayaan yang dilakukan WNA Arab

"Namun, hingga dua kali dipanggil penyidik, yang bersangkutan tidak pernah hadir tanpa alasan yang patut dan wajar," beber Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi, Selasa (7/10).

Dalam peristiwa tersebut, korban RR mengalami luka serius hingga harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Dari hasil identifikasi, Alrabie memiliki ciri-ciri fisik tinggi sekitar 170 sentimeter, berbadan kurus, berkulit putih, bermata coklat, berhidung mancung, serta berambut botak.

Ia lahir di Dammam, Arab Saudi, 20 Mei 1986, dan diketahui tinggal di Villa Delgado Denpasar sebelum menghilang. Polisi minta masyarakat yang mengetahui keberadaan Alrabie agar segera menginformasikannya kepada penyidik Satreskrim Polresta Denpasar melalui nomor 082237905784 atau 082143880869.

Yang bersangkutan sangat dibutuhkan keterangannya untuk kepentingan penyidikan dan proses peradilan. "Kami masih terus melakukan pelacakan terhadap keberadaan WNA tersebut," pungkas Juru Bicara (Jubir) Polresta Denpasar.

 Baca Juga: Bali Peroleh Dana Bagi Hasil Rp 242 Miliar, Bangli Dapat Bagian Paling Kecil

Seperti berita sebelumnya, Peristiwa mengenaskan menimpa RR dipicu masalah asmara yang berujung salah paham.  Berawal ketika lelaki Arab Saudi ini keluar dari villa tanpa pamit, Minggu 1 Desember 2024 sekitar pukul 23.00 WITA. Lalu kekasihnya terus menghubungi tapi tidak direspon. Sekitar pukul 00.00 Wita, panggilan telepon tersebut akhirnya direspons oleh Ahmad Ali.

Dalam percakapan itu, pria Arab Saudi tersebut dengan enteng mengaku sedang bersama seorang wanita lain yang disebutnya sebagai pacar baru. Mendengar pengakuan itu, RR terkejut dan kecewa. Ia mengatakan akan segera meninggalkan villa karena merasa sudah tidak dianggap lagi oleh kekasihnya. Setelah memutus sambungan telepon, RR segera membereskan pakaiannya dan bersiap pergi.

Saat hendak keluar dari Vila Delgado, sekitar pukul 02.00 WITA, pria tersebut tiba-tiba muncul dan menghadangnya. Tanpa bicara panjang lebar, Ahmad Ali langsung melampiaskan amarahnya dengan memukuli secara membabi buta. Rambut RR dijambak, tubuhnya diseret, serta ditendang dan dipukul berulang kali hingga terjatuh. Dalam kondisi terkapar, RR masih terus menjadi sasaran kekerasan dan menyebabkan luka memar di sekujur tubuh.

 Baca Juga: Bali Peroleh Dana Bagi Hasil Rp 242 Miliar, Bangli Dapat Bagian Paling Kecil

Aksi brutal tersebut terekam jelas oleh kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dalam rekaman terlihat korban sempat berteriak-teriak meminta pertolongan, namun pelaku tetap melanjutkan penganiayaan. Akibat kejadian itu, RR mengalami luka memar di kedua kelopak mata, bibir, pipi, serta tubuh bagian lain. Kondisinya sempat lemas dan hampir pingsan akibat serangan tersebut.

Kasusnya telah dilaporkan ke Polsek Denpasar Barat pada Senin, 2 Desember 2024. Hingga kini, masalah penganiayaan itu masih dalam penanganan kepolisian. Meski bukti telah dikantongi, pelaku belum juga diamankan oleh pihak kepolisian. Warga sekitar berharap agar aparat kepolisian bertindak tegas dan segera menahan pelaku agar korban mendapatkan keadilan yang layak. ***

Editor : M.Ridwan
#WNA Arab Saudi #banyuwangi #bali #penganiyaan #turis arab saudi