KEROBOKAN, RadarBali.id- Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan, Badung, mengubah stigma penjara menjadi "kawah candradimuka" pencetak wirausaha.
Kemarin (22/10/2025), pemandangan unik terekam ketika sejumlah narapidana (napi) perempuan serius mempraktikkan keterampilan menjahit.
Kegiatan menjahit ini adalah bagian dari program pembinaan yang sangat beragam di Lapas Kerobokan. Para napi juga dibekali keahlian yang sangat relevan dengan pasar, mulai dari keterampilan mengelola salon rambut, membuat camilan khas Bali seperti kue pie susu, hingga memproduksi keripik tempe yang renyah.
Kepala Lapas Perempuan Kerobokan berharap, bekal keterampilan ini akan menjadi investasi masa depan bagi para napi. "Ini adalah modal mereka, agar ketika kembali ke masyarakat, mereka tidak kembali ke jalan yang salah. Mereka bisa mandiri, bahkan membuka lapangan pekerjaan sendiri," ujar Kepala Lapas. [*]
Editor : Hari Puspita