Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Citra Institusi Imigrasi Tercoreng, Menyusul Unggahan WNA Australia yang Ngaku Diperlakukan Begini

Andre Sulla • Kamis, 30 Oktober 2025 | 02:17 WIB

 

OTOKRITIK: Pemilik akun media sosial @birmanhughesmelbourne beri kritikan pedas
OTOKRITIK: Pemilik akun media sosial @birmanhughesmelbourne beri kritikan pedas

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Sorotan terhadap pelayanan petugas Imigrasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kembali mencuat ke permukaan.

Kali ini, seorang penumpang pesawat menikah dan berdomisili di Australia mengeluhkan sikap kasar dan arogan salah seorang oknum petugas saat menjalani pemeriksaan keimigrasian di terminal keberangkatan.

Keluhan tersebut diunggah melalui akun media sosial @birmanhughesmelbourne, dalam video berdurasi 5 menit 51 detik yang kini ramai dibicarakan warganet.

Dalam video itu, pria yang dikenal sebagai Birman Hughes menceritakan pengalaman tak menyenangkan usai liburan di Bali dan ketika hendak kembali ke Australia, Jumat 10 Oktober 2025 sekitar pukul 20.00 WITA.

Menurut pengakuannya, suasana pemeriksaan imigrasi saat itu cukup padat. Namun, alih-alih mendapat pelayanan yang sopan, ia justru diteriaki oleh petugas. “Saya baru masuk ke antrian, lalu petugas tiba-tiba berteriak, ‘Woi, mau ke mana?" ujarnya dalam video.

“Saya jawab dengan sopan, ‘Saya mau berangkat ke Australia,’ tapi nada bicaranya benar-benar tidak menghormati,” lanjutnya.

 Baca Juga: The Nusa Dua Festival 2025 Kembali Hadir dengan Semangat “Beauty Harmony”

Birman menambahkan, petugas tersebut juga bersikap kasar saat memeriksa dokumen seperti tiket, visa, dan paspor. Bahkan, ia sempat ditanya hal yang tidak relevan dengan proses pemeriksaan, termasuk soal penghasilannya.

“Saya ditanya berapa gaji saya, padahal itu tidak ada hubungannya. Petugas seperti ini seharusnya tidak ditempatkan di area pelayanan publik,” katanya kesal.

Istrinya yang ikut mendampingi juga sempat melayangkan protes karena merasa perlakuan tersebut tidak pantas, apalagi terhadap penumpang yang tampil rapi dan sopan.

"Jangan lihat tampangnya, lalu bentak seenaknya. Kalau petugasnya seperti ini, malu dirinya sebagai warga Indonesia," sentilnya.

 Baca Juga: Terkait Penyusunan Perpres yang Mengatur Ojek Online, Ini Tanggapan GoTo

Kejadian itu dinilai mencoreng citra pelayanan Bandara Ngurah Rai yang merupakan gerbang utama wisatawan mancanegara ke Bali.

Di tengah upaya pemerintah memulihkan sektor pariwisata, insiden semacam ini dinilai kontraproduktif terhadap citra Bali sebagai destinasi ramah wisatawan.

Pelayanan publik, apalagi di bandara internasional, seharusnya mengedepankan kesantunan dan profesionalisme. Jangan sampai satu tindakan tidak etis merusak reputasi besar yang telah dibangun.

"Berharap kejadian ini menjadi bahan introspeksi untuk memperbaiki standar pelayanan dan etika petugas di garis depan," tutup Birman dalam videonya.

 Baca Juga: Kasus NOP Tanah Warisan Jeroan Belong Masuk Kejaksaan, Kuasa Hukum Pelapor Minta Jaksa Profesional dan Fokus

Dikonfirmasi terpisah, Husnan Handano S.H, sebagai Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai enggan berspekulasi. Ia mengaku belum mendapatkan informasi. "Belum terinformasi," singkatnya. (dre

Editor : M.Ridwan
#imigrasi Bandara Bali #radarbali