Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pesta Arak Berujung Maut! Picu Duel Sadis di Bedeng Proyek Tabanan, Satu Buruh Tewas

Juliadi Radar Bali • Sabtu, 22 November 2025 | 14:15 WIB
DI BAWAH PENGARUH ALKOHOL : Budi Santoso, Salah satu tersangka arak maut, (Juliadi/Radar Bali)
DI BAWAH PENGARUH ALKOHOL : Budi Santoso, Salah satu tersangka arak maut, (Juliadi/Radar Bali)

TABANAN, RadarBali.id-– Sebuah pesta minuman keras (miras) jenis arak Bali di bedeng proyek pembangunan di Tabanan berujung tragis setelah seorang buruh proyek bernama Giarto (asal Lumajang) tewas dianiaya secara brutal oleh dua rekan kerjanya.

Korban tewas akibat luka bacokan senjata tajam dan pukulan balok kayu usai terlibat perkelahian hebat yang dipicu kondisi mabuk.

Peristiwa mengerikan ini terjadi pada Minggu malam (16/11/2025) di lokasi bedeng proyek PT. AKM (Aditya Karya Mandiri) yang berada di Banjar Dinas Bale Agung, Desa Bantas, Selemadeg Timur, Tabanan.

Kapolsek Selemadeg Timur, AKP I Dewa Made Pramantara, pada Jumat (21/11/2025), membenarkan insiden tersebut. Ia mengungkapkan, dua buruh proyek yang menjadi pelaku penganiayaan, Moh. Nasihul Amin dan Budi Santoso, telah berhasil diamankan tak lama setelah kejadian.

???? Kronologi Maut: Dipicu Tantangan dalam Kondisi Mabuk

AKP Pramantara menjelaskan, perkelahian antar buruh proyek ini bermula dari pesta miras yang dilakukan oleh empat orang, yaitu Moh. Nasihul Amin, Ifan, Budi Santoso, dan korban Giarto.

Sekitar pukul 19.00 Wita pada Minggu malam, Nasihul, Ifan, Budi, dan Giarto patungan untuk membeli sembako dan dua botol arak Bali. Mereka kemudian kembali ke bedeng dan mulai minum arak bersama sekitar pukul 20.00 Wita. Hanya Ifan yang tidak ikut minum dan hanya menemani.

Dua botol arak ludes ditenggak. Korban Giarto yang merasa kurang, kemudian mengajak Nasihul untuk membeli satu botol arak lagi menggunakan uang pribadinya. Setelah kembali, mereka melanjutkan pesta miras hingga larut.

Dalam kondisi mabuk berat alias oleng, korban Giarto tiba-tiba mengeluarkan kata-kata menantang dan mengajak berkelahi rekan sesama buruh, Nasihul. Walaupun Nasihul berulang kali meminta maaf dan tidak meladeni, Giarto tetap emosi.

Korban Ambil Sabit, Pelaku Balas Dendam

Tak lama setelah itu, Giarto beranjak dan pergi ke bedeng tempat istirahatnya. Giarto mengambil sebilah sabit dari dalam tas miliknya, sebuah tindakan yang langsung diketahui oleh Nasihul dan Budi yang mengikutinya dari belakang.

Melihat Giarto membawa senjata tajam, Nasihul panik dan lari bersembunyi di balik bedeng lain sambil memperingatkan teman-temannya yang masih di tempat minum.

Sekitar pukul 23.00 Wita, Giarto kembali ke tempat minum sambil membawa sabit. Budi sempat berusaha mencegah Giarto untuk naik. Namun, Giarto tetap memaksa dan tiba-tiba membacok Ifan yang saat itu sedang duduk dan bermain handphone. Bacokan tersebut mengenai telapak kaki kanan Ifan.

Ifan sontak mendorong Giarto dan berteriak meminta tolong. Budi segera datang dan berusaha merebut sabit dari tangan korban. Dalam perebutan itu, Budi terkena bacokan di bagian kepala.

Merasa emosi dan tersulut amarah karena terluka, Budi yang berhasil merebut sabit langsung gelap mata. Ia membacok Giarto berulang kali secara membabi buta hingga korban terkapar bersimbah darah.

Pukulan Balok Kayu Menjadi Pamungkas

Aksi penganiayaan tidak berhenti di situ. Nasihul yang mendengar teriakan Ifan segera datang ke bedeng dalam kondisi mabuk. Melihat Giarto sudah terkapar tak berdaya, emosi Nasihul ikut tersulut.

"Karena emosi, Nasihul mengambil balok kayu yang ada di sebelah korban dan memukul Giarto hingga tewas di lokasi kejadian," jelas AKP Pramantara.

Usai melancarkan aksinya, Nasihul dan Budi melarikan diri, namun berhasil ditangkap tak jauh dari lokasi proyek.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyelidikan, penganiayaan antar sesama buruh proyek ini dipastikan akibat dari pesta miras yang memicu ketersinggungan dan emosi hingga berujung pada kekerasan dengan senjata tajam.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#tabanan #mabuk arak #mabuk miras #keributan