GILIMANUK, Radar Bali.id – Peredaran dan penyalahgunaan narkotika menjadi perhatian serius aparat keamanan di Bali, terutama menjelang libur panjang akhir tahun. Pelabuhan Gilimanuk, sebagai pintu masuk utama Bali melalui jalur darat, ditetapkan menjadi area prioritas pengamanan untuk mencegah masuknya barang haram dari Pulau Jawa.
Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasatreskoba) Polres Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana, menegaskan bahwa potensi penyelundupan narkoba meningkat tajam selama periode liburan.
"Pelabuhan Gilimanuk menjadi prioritas dalam pencegahan narkoba masuk Bali, terutama menjelang libur panjang akhir tahun. Kami sudah melakukan upaya pencegahan, salah satunya melalui Operasi Lilin," jelas AKP Alit Darmana, Senin (9/12/2025).
Polres Jembrana telah menempatkan personel khusus di pos pengamanan Pelabuhan Gilimanuk. Personel tersebut bertugas melakukan penyelidikan dan identifikasi peredaran narkoba, baik yang masuk maupun keluar Bali.
BNK Fokus Pada Kendaraan Angkutan Berat
Upaya pencegahan serupa juga diperkuat oleh Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Buleleng–Jembrana. BNK menyoroti kerawanan jalur darat yang sering dimanfaatkan untuk penyelundupan.
Kepala BNK Buleleng, Komang Yasa Murdianto, mengatakan pengamanan khusus diperlukan untuk arus kendaraan angkutan, seperti truk, bus travel, hingga kendaraan pribadi.
"Kami melakukan pemeriksaan serta penggeledahan terhadap kendaraan yang mengangkut barang-barang tertentu, karena ada kemungkinan narkotika disembunyikan di dalamnya," ujar Komang Yasa.
Menurutnya, Pelabuhan Gilimanuk memerlukan pengawasan ekstra karena menjadi pintu utama keluar masuknya kendaraan dari Jawa, yang rawan dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan narkotika.[*]
Editor : Hari Puspita