Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Terbanyak Rokok dan Minuman Beralkohol! Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Produk Ilegal Senilai Rp 3,13 Miliar

Marsellus Pampur • Kamis, 11 Desember 2025 | 19:06 WIB
BARANG ILEGAL: Proses pemusnahan barang sitaan di halaman depan Kantor Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB, dan NTT, jalan Airport Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Kamis (11/12/2025). (Marsellus Pampur/Radar Bali)
BARANG ILEGAL: Proses pemusnahan barang sitaan di halaman depan Kantor Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB, dan NTT, jalan Airport Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Kamis (11/12/2025). (Marsellus Pampur/Radar Bali)

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Bali, NTB, dan NTT melakukan pemusnahan terhadap barang sitaan.

Pemusnahan dilakukan di halaman depan Kantor Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB, dan NTT, jalan Airport Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Badung, Bali, Kamis (11/12/2025).

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Bali, NTB, dan NTT, R. Fadjar Donny Tjahjadi menyampaikan pemusnahan ini digelar sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada publik.

”Kami sampaikan secara keseluruhan barang hasil penindakan di bidang cukai yang menjadi milik negara yang akan dimusnahkan," katanya kepada media di sela pemusnahan.

Lanjut dia, bahwa hal ini juga sebagai wujud nyata kinerja pengawasan di bidang cukai oleh Kanwil DJBC Bali, NTB, dan NTT terhadap peredaran Barang Kena Cukai (BKC) Hasil Tembakau (HT) berupa rokok ilegal dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) ilegal selama kurun waktu bulan Oktober 2024 sampai November 2025.

Barang bukti yang dimusnahkan dalam kesempatan itu terdiri dari 1.477.424 (Satu Juta Empat Ratus Tujuh Puluh Tujuh Ribu Empat Ratus Dua Puluh Empat) batang hasil tembakau ilegal berbagai merek jenis sigaret putih mesin dan sigaret kretek mesin.

Lalu ada juga 4.962,95 (empat ribu sembilan ratus enam puluh dua koma sembilan puluh lima) liter minuman mengandung etil alkohol ilegal berbagai merek jenis golongan A, golongan B, dan golongan C.

Lebih lanjut R. Fadjar Donny menjelaskan nilai barang yang dimusnahkan mencapai Rp. 3.134.027.000 (Tiga Miliar Seratus Tiga Puluh Empat Juta Dua Puluh Tujuh Ribu Rupiah), dengan perkiraan potensi nilai cukai tak tertagih sebesar Rp. 1.466.011.524 (Satu Miliar Empat Ratus Enam Puluh Enam Juta Sebelas Ribu Lima Ratus Dua Puluh Empat Rupiah). 

”Terhadap barang kena cukai dimaksud telah mendapat persetujuan untuk dilakukan pemusnahan dari Menteri Keuangan melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Bali dan Nusa Tenggara dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Denpasar," bebernya. 

Sementara itu, barang kena cukai yang dimusnahkan merupakan bagian dari keseluruhan penindakan di bidang cukai yang dilaksanakan Kanwil DJBC Bali, NTB, dan NTT beserta 7 Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) di lingkungan Kanwil DJBC Bali, NTB, dan NTT.

Selama tahun 2025 dari tanggal 1 Januari sampai dengan 9 Desember 2025, Kanwil DJBC Bali, NTB, dan NTT dan KPPBC dibawahnya berhasil melakukan penindakan di bidang Cukai sebanyak 1.652 kali.

Tindakan ini berupa pelanggaran Undang-Undang Cukai Nomor 11 Tahun 1995 sebagaimana dirubah terakhir dengan undang-undang nomor 7 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. 

Dengan barang hasil penindakan berupa 18,17 juta batang rokok ilegal, 581,34 kg tembakau Iris ilegal, 53,81 liter hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) ilegal, dan 14.872 liter minuman mengandung etil alkohol ilegal.

Total nilai barang hasil penindakan sebesar 40 miliar rupiah dengan potensi nilai cukai tak tertagih mencapai Rp 27,1 miliar. 

Sebagai tindak lanjut terhadap tindak pidana di bidang cukai, telah dilakukan penyidikan sebanyak 6 kali yang seluruhnya dinyatakan lengkap oleh kejaksaan (P21), serta penyelesaian perkara dengan pengenaan denda (Ultimum Remedium).

Barang kena cukai berupa hasil tembakau dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA) yang dimusnahkan, merupakan hasil penindakan mandiri oleh Kanwil DJBC Bali, NTB, dan NTT dan juga hasil kerja sama atau sinergi dengan TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali serta informasi dari masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Bali, NTB, dan NTT Kembali menegaskan bahwa hasil pengawasan Bea Cukai di wilayah provinsi Bali, NTB, dan NTT ini menjadi bukti konsistensi institusi Bea Cukai dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

”Kami mengajak masyarakat, pelaku usaha, dan instansi terkait untuk terus bekerja sama dan memberikan informasi kepada Bea Cukai bersama-sama menjaga negeri dari ancaman barang ilegal," tandas Donny Tjahjadi.

Editor : Rosihan Anwar
#bea cukai #pemusnahan baang bukti #bea cukai bali