Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kantor Desa Masih Tersegel Buntut Dugaan Korupsi, Pelayanan Publik di Sudaji Terpaksa Pakai Sistem WFH

Francelino Junior • Jumat, 19 Desember 2025 | 13:10 WIB
MASIH DIAMANKAN: Polisi melakukan pengamanan di Desa Sudaji, untuk mencegah potensi konflik baru pasca penyegelan kantor perbekel.( Foto: Polres Buleleng untuk Radar Bali)
MASIH DIAMANKAN: Polisi melakukan pengamanan di Desa Sudaji, untuk mencegah potensi konflik baru pasca penyegelan kantor perbekel.( Foto: Polres Buleleng untuk Radar Bali)

 

SINGARAJA, Radar Bali.id– Meski Kantor Perbekel Desa Sudaji di Kecamatan Sawan masih dalam kondisi tersegel oleh warga, roda pemerintahan desa dipastikan tidak berhenti total.

Untuk menjamin kebutuhan administrasi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Buleleng kini memberlakukan sistem Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi perangkat desa.

Camat Sawan, I Ketut Cantyana, mengonfirmasi bahwa pelayanan saat ini dialihkan melalui kepala dusun masing-masing secara berjenjang. "Untuk pelayanan masyarakat masih tetap jalan seperti biasa secara internal. Sementara ini dilakukan dari rumah atau WFH agar urusan warga tetap terlayani," jelasnya, Kamis (18/12/2025).

Penyegelan ini merupakan aksi spontanitas warga pada Selasa (16/12) lalu sebagai bentuk mosi tidak percaya. Warga merasa tidak mendapat jawaban memuaskan dari Kejari Buleleng terkait laporan dugaan korupsi yang menyeret Perbekel Desa Sudaji, I Made Ngurah Fajar Kurniawan.

Bupati Sesalkan Penyegelan, Mediasi Segera Digelar

Merespons situasi panas tersebut, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyatakan akan segera memanggil pihak-pihak terkait untuk proses mediasi. Ia sangat menyayangkan aksi penyegelan fasilitas umum tersebut.

"Boleh saja merasa panas (emosi), tapi fasilitas umum jangan ditutup. Kalau kantor ditutup, yang rugi masyarakat sendiri. Kami akan mediasi dalam waktu dekat, semua yang terlibat akan dipanggil," tegas Sutjidra. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah agar tidak terjadi benturan fisik.

Sementara itu, Polres Buleleng menyiagakan personel selama 24 jam untuk menjaga kondusifitas di Desa Sudaji. Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, menyebutkan sekitar 10 personel gabungan dari intel dan Polsek Sawan dikerahkan untuk mencegah potensi konflik baru. [*]

Editor : Hari Puspita
#Desa Sudaji #kejari buleleng #kasus korupsi #kantor desa #buleleng #penyegelan