Gegara maling gentayangan, warga Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, kini diliputi rasa cemas. Hanya dalam kurun waktu dua pekan, aksi pencurian berantai melanda wilayah tersebut dengan total lima lokasi kejadian yang berbeda. Pelaku menyasar mulai dari sembako di warung hingga harta benda berharga di rumah warga.
TERKAIT Kondisi ini, Perbekel Desa Saba, Ketut Redhana, mengonfirmasi situasi meresahkan ini. Ia menyebutkan bahwa aksi kriminalitas tersebut terfokus di dua wilayah, yakni Banjar Banda dan Banjar Blangsinga.
"Sasarannya beragam. Di warung, pencuri mengambil beras dan tabung gas elpiji. Namun yang paling berat adalah pencurian di rumah warga, di mana uang tunai sebesar Rp 15 juta dan perhiasan emas kuno peninggalan orang tua korban raib digondol," ungkap Redhana, Selasa (23/12/2025).
Pelaku Diduga "Orang Luar" yang Paham Medan
Pihak desa mencium kejanggalan dalam aksi ini. Berdasarkan pengamatan di lokasi, tidak ada rumah yang kondisinya acak-acak, seolah pelaku sudah sangat memahami seluk-beluk rumah korbannya.
Kecurigaan kini mengarah pada seorang oknum pengepul bunga kamboja (jepun) dari luar desa. "Sebelum kejadian, sempat ada orang yang berkeliling menanyakan bunga jepun. Kami menduga itu modus untuk memetakan situasi," tambahnya.
Saat ini, kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak adat untuk diteruskan ke Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika melihat gerak-gerik orang asing yang mencurigakan di lingkungan mereka.[*]
Editor : Hari Puspita