BANGLI, Radar Bali.id – Angka kriminalitas di Kabupaten Bangli tercatat mengalami kenaikan tipis sepanjang tahun 2025.
Polres Bangli merilis data sebanyak 114 kasus kriminalitas terjadi tahun ini, atau naik 1,78 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kapolres Bangli, AKBP James I. S. Rajagukguk, menyatakan bahwa kasus penyalahgunaan narkotika masih menjadi "tren" negatif yang mendominasi dengan total 25 kasus.
Uniknya, mayoritas tersangka bukan merupakan warga asli Bangli. "Rata-rata yang kami tangkap adalah pemakai dari luar daerah yang mencoba-coba di wilayah Bangli," ungkapnya dalam rilis akhir tahun, Selasa (30/12/2025).
Selain narkotika, kasus yang menjadi perhatian besar publik adalah dua tragedi pembunuhan di Desa Songan, Kintamani. Satu kasus sudah mendapat putusan pengadilan, sementara satu lainnya sedang dalam proses pelimpahan ke kejaksaan.
Di sisi lain, terdapat kabar baik dari sektor gangguan keamanan dan ketertiban (seperti bencana dan musibah), yang justru turun 28 persen. Namun, angka kasus gantung diri masih tergolong tinggi dengan 18 kejadian, disusul musibah kebakaran dan korban tenggelam di Danau Batur.
Pihak kepolisian berkomitmen meningkatkan pengawasan dan edukasi masyarakat untuk menekan angka kriminalitas di tahun 2026.[*]
Editor : Hari Puspita