Polres Buleleng merilis capaian kinerja akhir tahun 2025. Meski secara total jumlah kriminalitas menurun dibandingkan tahun sebelumnya, kepolisian Bali Utara mencatat sejumlah kasus kakap yang menyedot perhatian publik, mulai dari pembunuhan sadis hingga korupsi bernilai miliaran rupiah.
ADA yang naik, ada yang turun. Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, memaparkan bahwa sepanjang 2025 tercatat 407 kasus kriminalitas, turun dari angka 482 kasus di tahun 2024.
Namun, tren kasus penganiayaan (88 kasus) dan KDRT (41 kasus) masih menjadi momok yang meresahkan masyarakat.
Beberapa kasus besar yang berhasil diungkap antara lain:
- Kasus Pembunuhan: Penemuan mayat warga Gianyar di Desa Pancasari dan pembunuhan lansia di Desa Selat.
- Kejahatan Ekonomi: Sindikat penipuan online lintas provinsi dengan kerugian Rp1,2 miliar.
- Korupsi Kakap: Penyelewengan dana LPD Tunjung sebesar Rp8,9 miliar dan BPR Bank Buleleng 45 sebesar Rp6,5 miliar.
Menariknya, AKBP Widwan menyoroti tingginya laporan KDRT menjelang akhir tahun yang mencapai tiga laporan per minggu. Meski banyak laporan yang dicabut kembali oleh korban, polisi tetap mengedepankan langkah preventif. “Kami utamakan restorative justice untuk kasus KDRT sambil mencari akar masalahnya agar bisa dicegah di kemudian hari,” tutupnya.[*]
Editor : Hari Puspita