Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Larang Main Kembang Api di Akasia Berujung Penganiayaan, Keluarga Sebut Korban Aniaya Anak Kandung Gus Kris Lebih Dulu

Andre Sulla • Kamis, 1 Januari 2026 | 22:53 WIB
KORBAN PENUSUKAN: Kristianus Bayu AP Soares, 24, terbaring lemas di RSAD Denpasar, Kamis (1/01/2026)
KORBAN PENUSUKAN: Kristianus Bayu AP Soares, 24, terbaring lemas di RSAD Denpasar, Kamis (1/01/2026)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com– Peristiwa dugaan penganiayaan yang terjadi di Jalan Akasia XVI, Kos Indah Akasia No. 120, Kelurahan Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Rabu (31/12) sekitar pukul 19.30 WITA, disebut berawal dari kesalahpahaman. Bahwa anak Gus Kris inisial Gus S, 16, dianiaya lebih dahulu bahkan diduga diancam menggunakan pisau.

Menurut keterangan pihak keluarga yang mengetahui langsung peristiwa itu, kejadian bermula sekitar pukul 19.30 WITA. Saat itu, remaja berinisial Gus S, 16, disebut hendak membeli es di sekitar lokasi kos. Namun, ia disamperi sekitar lima orang, yang diduga salah satunya adalah Kristianus Bayu AP Soares, 25, bersama rekan-rekannya.

“Anak ini hanya mau beli es. Dia juga membawa kembang api karena rencananya mau main di lahan utara griya,” ujar sumber tersebut, Kamis (1/01/2025). Masih menurut sumber yang sama, saat Gus S berada di lokasi, salah satu orang yang diduga dalam kondisi mabuk diduga (Kristianus) menegur dengan nada keras agar tidak bermain kembang api di sekitar kos.

 Baca Juga: Sampah Kembang Api Kotori Pantai, DLHK Badung Lakukan Pembersihan, Klaim Tak Ganggu Wisatawan

Teguran tersebut kemudian dijawab oleh Gus S bahwa dirinya hanya berniat membeli es, bukan menyalakan kembang api di tempat itu. Namun, situasi justru memanas. Gus S diduga dicekik dan ditendang oleh pria tersebut.

Merasa terancam, Gus S kemudian membalas dengan menendang. Keributan itu membuat remaja tersebut panik dan melarikan diri setelah melihat pria yang diduga mabuk itu mengeluarkan benda tajam yang diduga pisau dari saku celananya.

“Karena takut, anak itu langsung kabur,” ungkap sumber ini.

Setelah berhasil menyelamatkan diri, Gus S kembali ke griya dan melaporkan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya. Mendengar laporan tersebut, sang bapak (Gis Kris) dan teman-teman, kemudian mendatangi lokasi kejadian secara spontan.

"Hal yang terjadi adalah peristiwa spontan dari seorang ayah," tutup sumber ini.

 Baca Juga: BPK Soroti Manajemen Aset Pemprov Bali Belum Sesuai Proses Digitalisasi, Temukan Kerja Sama Rawan Masalah Hukum

Sementara itu, Kapolsek Denpasar Timur (Dentim), Kompol I Ketut Tomiyasa, S.H.,M.H., mengungkapkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti kejadian itu dan tengah melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti dan keterangan di lapangan.

"Terkait motif dan kronologis masih didalami. Korban  jalanai operasi dan info dari keluarga melapor ke Polresta. Kami koordinasikan dengan Polresta," singkat Kapolsek.***

Editor : M.Ridwan
#penganiayaan #penusukan #denpasar timur