BULELENG, RadarBali.id – Setelah sempat terhambat akibat penyegelan lahan, ratusan siswa SDN 4 dan 5 Kubutambahan akhirnya bisa bernapas lega.
Segel sekolah tersebut resmi dibuka oleh pihak ahli waris dengan pendampingan kepolisian pada Rabu (21/1/2026) malam di tengah rintik hujan.
Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, memastikan bahwa meski segel telah dibuka, para siswa saat ini masih menjalani sisa pekan belajar di sekolah "tumpangan".
Namun, para guru sudah mulai kembali ke sekolah asal untuk mempersiapkan ruang kelas agar kegiatan belajar mengajar (KBM) bisa normal kembali.
"Kapolsek Kubutambahan turut mendampingi guru dan tenaga pendidik untuk masuk ke sekolah guna persiapan pembelajaran," ujar Surya Bharata, Kamis (22/1/2026).
Sebelumnya, polemik lahan ini sempat membuat siswa terpaksa belajar daring hingga menumpang di sekolah lain dengan waktu belajar yang terbatas.
Meski mediasi antara Pemkab Buleleng dan ahli waris belum mencapai kesepakatan penuh, pembukaan segel ini menjadi angin segar bagi kelangsungan pendidikan di wilayah tersebut.[*]
Editor : Hari Puspita