Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Dinilai Terbukti Cemarkan Nama Baik, Oknum Wartawan di Jembrana Ini Divonis Enam Bulan Penjara dengan Percobaan Sembilan Bulan dan Minta Maaf

Muhammad Basir • Rabu, 28 Januari 2026 | 06:15 WIB
ilustrasi sidang dan vonis kasus pelanggaran UU ITE. (gambar digital gemini/radar bali)
ilustrasi sidang dan vonis kasus pelanggaran UU ITE. (gambar digital gemini/radar bali)

NEGARA, Radar Bali.id – Pengadilan Negeri (PN) Negara menjatuhkan vonis 6 bulan penjara kepada I Putu Suardana dalam kasus pencemaran nama baik melalui media elektronik, Selasa (27/1/2026).

Meski divonis bersalah melanggar UU ITE, terdakwa tidak perlu menjalani hukuman fisik di penjara asalkan memenuhi sejumlah persyaratan alias hukuman percobaan.

Ketua Majelis Hakim, Firstina Antin Syahrini, menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 45 ayat (4) jo Pasal 27A UU ITE terkait unggahan artikel yang menyerang kehormatan seorang pengusaha SPBU, Dewi Supriyani alias Anik Yahya.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 6 bulan, namun pidana tersebut tidak perlu dijalani dengan syarat umum terdakwa tidak melakukan tindak pidana selama 9 bulan masa pengawasan," ujar Hakim Firstina. Selain itu, terdapat syarat khusus yakni terdakwa wajib melakukan klarifikasi dan permintaan maaf kepada korban melalui media daring dan cetak nasional.

Kasus ini bermula dari berita berjudul “Seakan Menjajah, Investor Ini Masuk Kabupaten Jembrana Diduga Caplok Sempadan Sungai” yang ditulis terdakwa pada April 2024.

Dewan Pers yang sempat memfasilitasi kasus ini menyimpulkan bahwa karya tersebut tidak sepenuhnya memenuhi kaidah jurnalistik dan lemah secara fakta empiris. Atas putusan ini, baik terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum menyatakan masih pikir-pikir untuk melakukan banding.[*]

Editor : Hari Puspita
#sidang putusan #oknum wartawan #jembrana #vonis #pn negara