Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gila! BNN dan Bea Cukai Amankan 1 Kg Ganja, Samarkan Identitas Manfaatkan Jasa Ekspedisi J&T ke Bali

Andre Sulla • Rabu, 28 Januari 2026 | 05:15 WIB

 

PEMAIN LAPANGAN: Suryadi Pajri, 25, dan Gammal Rakhmany Ely, 33, kenakan pakaian tahanan BNNP Bali
PEMAIN LAPANGAN: Suryadi Pajri, 25, dan Gammal Rakhmany Ely, 33, kenakan pakaian tahanan BNNP Bali

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Rencana penyelundupan narkotika jenis ganja ke Bali kembali terbongkar. Kali ini, jaringan pengedar memanfaatkan modus klasik namun licik, pengiriman paket ekspedisi dengan identitas palsu, baik sebagai pengirim maupun penerima.

Pengungkapan dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali bersama Bea Cukai Kanwil Ngurah Rai, dengan mengamankan

Suryadi Pajri, 25, dan Gammal Rakhmany Ely, 33, dalam operasi panjang sejak pagi hingga malam hari di wilayah Kabupaten Buleleng, Jumat (17/1).

 Baca Juga: Prediksi Cuaca Bali Hari Ini, Rabu (28/1/2026): Rerata Hujan RIngan

Paket mencurigakan tersebut diketahui dikirim melalui jasa ekspedisi J&T Ekspress dari Kampar Bangkinang, Riau, menuju Buleleng, Bali. Barang haram itu lebih dulu diterbangkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan rute Riau–Denpasar, sebelum dilanjutkan ke alamat tujuan. Yang menarik, petugas menemukan adanya rekayasa identitas pada dokumen pengiriman. Nama pengirim tercatat sebagai Budi Hariyanto, warga Kampar Bangkinang.

Namun setelah ditelusuri, identitas tersebut dipastikan fiktif. Sementara itu, nama penerima juga tak kalah mencurigakan. Paket ditujukan kepada Zaka Parwira, yang belakangan terungkap hanyalah nama samaran.

Penerima sebenarnya adalah Suryadi Pajri, penghuni rumah kos di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng. “Ini modus untuk memutus jejak. Nama pengirim dan penerima sengaja dibuat palsu agar sulit dilacak jika paket terendus aparat,” ungkap sumber penegak hukum.

 Baca Juga: Dari Denpasar ke Java Jazz, Ini Cerita It’s Stellar Rilis Single Berdansa Dalam Cerita

Petugas mendatangi lokasi tujuan pengiriman, sekitar pukul 11.00 WITA. Suryadi Pajri sempat mengelak dengan meminta agar paket diletakkan di meja area parkir motor karena mengaku tidak berada di tempat.

Permintaan itu justru menjadi celah bagi petugas untuk melakukan pemantauan tertutup. Hingga akhirnya, Suryadi turun dari lantai dua kos dan mengambil paket tersebut,sekitar pukul 17.00 WITA.  Tanpa perlawanan berarti, petugas langsung melakukan penangkapan.

Meski awalnya berkelit, Suryadi akhirnya mengakui bahwa isi paket tersebut adalah ganja dengan berat sekitar 1 kilogram. Lebih jauh, ia mengaku hanya berperan sebagai penerima bayaran.

Upah Rp 1 juta dijanjikan kepadanya jika bersedia menerima paket menggunakan identitas palsu. Pengembangan kasus berlanjut. Dari komunikasi di ponsel Suryadi, petugas menemukan rencana penyerahan paket kepada pemilik sebenarnya di wilayah Candi Kuning, Baturiti, Tabanan.

 Baca Juga: Habisi Kekasih karena Dibilang Mokondo, Sopir Taksi Online Divonis 19,5 Tahun Penjara

Seorang pria dengan ciri-ciri sesuai hasil profiling datang ke lokasi yang disepakati, sekitar pukul 20.30 WITA. Pria tersebut diketahui bernama Gammal Rakhmany Ely, asal Bogor.

Saat hendak diamankan, pelaku sempat melakukan perlawanan dan nekat mematahkan ponselnya sendiri untuk menghilangkan barang bukti percakapan jaringan.

"Berhasil diamankan," singkat sumber. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNN Provinsi Bali, Kombes Pol. Tri Kuncoro membenarkan.

Kini SP dan GON diamankan di Kantor BNNP Bali untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihaknya masih mendalami jalur distribusi, peran masing-masing pelaku.

Serta kemungkinan keterkaitan jaringan lintas daerah yang memanfaatkan jasa ekspedisi dan identitas palsu untuk mengelabui petugas.

BNNP Bali menegaskan, pengungkapan ini menjadi peringatan keras bahwa modus penyelundupan narkotika semakin rapi dan sistematis, namun aparat memastikan pengawasan akan terus diperketat, khususnya pada jalur logistik dan ekspedisi udara.

"Kami masih dalami keterangan mereka berdua," singkatnya.***

Editor : M.Ridwan
#ekspedisi #bnnp bali #ganja 1 kilogram #penyelundupan ganja #radarbali