Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jam Rawan Disisir, Polda Bali Perketat Patroli Cegah Begal Perkotaan Berkeliaran

I Wayan Widyantara • Kamis, 29 Januari 2026 | 05:17 WIB

 

CEGAH BEGAL: Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy
CEGAH BEGAL: Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy

DENPASAR, radarbali.jawapos.com  — Kepolisian Daerah (Polda) Bali terus meningkatkan langkah antisipasi guna menekan potensi kejahatan jalanan, khususnya aksi begal, yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat serta wisatawan.

Upaya tersebut difokuskan pada wilayah Kota Denpasar dan kawasan penyangga pariwisata yang memiliki mobilitas tinggi.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy menjelaskan, peningkatan pengamanan dilakukan berdasarkan hasil pemetaan wilayah rawan kejahatan.

Pemetaan tersebut disusun melalui analisis data kriminalitas, laporan masyarakat, serta evaluasi terhadap kejadian-kejadian yang terjadi di lapangan.

”Pemetaan kami mencakup lokasi, waktu kejadian, hingga modus operandi yang digunakan pelaku kejahatan. Dari hasil analisis tersebut, wilayah Denpasar dan kawasan penyangga pariwisata seperti Kuta menjadi perhatian khusus,” ujar Ariasandy, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, sejumlah ruas jalan yang relatif sepi pada malam hingga dini hari masuk dalam kategori rawan dan menjadi sasaran patroli intensif.

Untuk itu, Polda Bali bersama jajaran Polresta Denpasar serta polres terkait meningkatkan kegiatan patroli rutin maupun patroli skala besar pada jam-jam rawan.

 Baca Juga: Wow! Gedung Sidang DPRD Bali Tuntas Direnovasi, Telan Anggaran Rp 16 Miliar, Biaya Melaspas Segini

Patroli dilakukan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, serta dibarengi dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) di titik-titik yang dinilai memiliki potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu mencegah niat pelaku kejahatan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Selain patroli kepolisian, pengamanan juga diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Polda Bali menggandeng unsur TNI, pecalang, serta satuan pengamanan (satpam) di lingkungan perumahan, pusat aktivitas masyarakat, dan kawasan pariwisata.

 Baca Juga: Masih Ada Keluhan Soal MBG, Diskes Bali Akui Aduan Kian Berkurang

”Kehadiran aparat keamanan di lapangan terus kami tingkatkan. Ini merupakan langkah pencegahan sekaligus upaya respons cepat apabila terjadi gangguan kamtibmas,” jelas Ariasandy.

Terkait kasus dugaan begal yang terjadi di wilayah Padangsambian, Ariasandy menegaskan bahwa saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Polda Bali belum dapat menarik kesimpulan terkait adanya pola tertentu atau keterkaitan dengan jaringan kejahatan jalanan lainnya.

”Setiap kejadian menjadi bahan evaluasi bagi kami. Apabila nantinya ditemukan adanya keterkaitan antar kasus, tentu akan kami tindaklanjuti secara tegas dan terukur sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.

 Baca Juga: JPU Kejati Bali Banding Putusan Lepas Budiman Tiang, Manajemen PT SUP Angkat Suara

Dalam mendukung upaya pencegahan dan penindakan, Polda Bali juga memaksimalkan pemanfaatan teknologi. Sejumlah sarana pendukung seperti CCTV di ruang publik dan kawasan strategis terus dioptimalkan, termasuk pemantauan melalui command center yang beroperasi selama 24 jam.

Selain itu, layanan pengaduan masyarakat melalui call center 110 juga diintensifkan agar laporan warga dapat segera ditindaklanjuti.

Ariasandy menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas. Ia mengimbau warga untuk tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.

 

”Partisipasi masyarakat sangat penting. Informasi yang cepat dan akurat dari warga akan mempercepat respons petugas di lapangan,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, Polda Bali mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tetap waspada saat beraktivitas, terutama pada malam hari, tanpa perlu merasa takut berlebihan. Pihaknya memastikan seluruh jajaran kepolisian berkomitmen penuh menjaga keamanan Pulau Dewata.

”Kami menjamin Polda Bali dan jajaran akan terus bekerja maksimal menjaga keamanan dan ketertiban. Bali tetap aman untuk beraktivitas dan berwisata,” pungkas Ariasandy.***

Editor : M.Ridwan
#begal #Kombes Pol Ariasandy #polda bali #patroli #Kabid Humas Polda Bali