NEGARA, Radar Bali.id– Nasib nahas sekaligus apes menimpa seorang sopir berinisial ADH,30. Pria asal Probolinggo, Jawa Timur ini awalnya merupakan korban kecelakaan akibat pohon tumbang di jalur Denpasar–Gilimanuk.
Namun, insiden tersebut justru mengungkap perannya sebagai perantara narkotika.
Peristiwa bermula saat anggota Polsek Mendoyo mengatur lalu lintas di Banjar Anyar Tembeles akibat pohon tumbang. Mobil Luxio putih yang dikendarai ADH tiba-tiba menerobos dan menabrak pohon tersebut.
Saat dievakuasi ke puskesmas, petugas menaruh curiga karena ADH terus memegang erat tas selempang hitamnya.
"Anggota yang curiga segera berkoordinasi dengan Satresnarkoba. Saat digeledah, ditemukan empat klip berisi kristal bening diduga sabu, timbangan digital, bong, dan alat hisap lainnya," jelas Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati.
Kepada penyidik, ADH mengaku barang tersebut milik seseorang bernama Suraji di Probolinggo. Ia dijanjikan upah Rp400 ribu untuk mengantarkan sabu tersebut ke pemesan di Denpasar.
Kasus ADH menambah daftar panjang pengungkapan narkoba di Jembrana. Dalam dua bulan terakhir, Polres Jembrana telah mengungkap enam kasus dengan delapan tersangka dan total barang bukti sebanyak 11,25 gram sabu. Polisi kini tengah melakukan pengembangan untuk memburu pemasok utama di balik jaringan ini.[*]
Editor : Hari Puspita