DENPASAR, RADAR BALI – Tabir misteri masih menyelimuti penemuan potongan tubuh manusia yang menggegerkan warga di muara Sungai Wos, Pantai Ketewel, Gianyar.
Tim Forensik RSUP Prof. Ngoerah (Sanglah) memperkirakan korban yang diduga kuat merupakan Warga Negara Asing (WNA) tersebut sudah tewas tiga hari sebelum ditemukan pada Kamis (26/2).
Hingga Jumat (27/2), identitas korban masih gelap gulita. Fakta ini diperparah dengan kondisi jasad yang tidak utuh dan telah mengalami pembusukan lanjut, sehingga menyulitkan proses identifikasi visual.
Dokter Spesialis Forensik RSUP Prof. Ngoerah, dr. Nola Margaret Gunawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima potongan jasad tersebut sekitar pukul 16.00 WITA pada hari penemuan.
“Berdasarkan pemeriksaan luar, perkiraan waktu kematian korban sekitar tiga hari sebelum ditemukan,” ujar dr. Nola saat memberikan keterangan pers di RSUP Prof. Ngoerah, Jumat (27/2/2026).
Mengingat kondisi jenazah yang sudah mulai membusuk, dr. Nola menegaskan bahwa metode identifikasi primer seperti pencocokan wajah atau sidik jari tidak lagi akurat.
Satu-satunya jalan keluar untuk mengungkap siapa sejatinya korban adalah melalui tes Deoxyribonucleic Acid (DNA).
“Masalah utamanya sekarang, kami belum memiliki sampel DNA pembanding dari pihak keluarga atau database yang cocok. Tanpa pembanding, identitas tidak bisa dipastikan,” jelas dr. Nola.
Saat ini, tim medis fokus penuh untuk menjaga integritas sampel biologis yang ada agar tetap valid saat proses pencocokan DNA dilakukan nantinya.
Sementara itu, prosedur autopsi menyeluruh untuk menentukan penyebab pasti kematian masih menunggu permintaan resmi dan kelengkapan administrasi dari penyidik kepolisian.
Seperti diberitakan sebelumnya, penemuan potongan tubuh ini membuat geger kawasan pesisir Ketewel yang biasanya tenang dengan aktivitas nelayan.
Lokasi muara Sungai Wos mendadak dipadati aparat, tim medis, dan warga yang penasaran.
Di tengah spekulasi liar yang berkembang di masyarakat mengenai latar belakang korban dan motif kejadian, pihak forensik meminta publik bersabar.
"Semua dugaan penyebab kematian masih harus menunggu hasil autopsi dan identifikasi DNA secara ilmiah," tegas Nola.
Kini, bola panas penanganan kasus berada di tangan penyidik kepolisian Gianyar.
Polisi dikabarkan terus berkoordinasi intensif dengan tim forensik RSUP Prof. Ngoerah.
Harapannya, hasil pemeriksaan ilmiah segera terkuak guna membuka identitas korban sekaligus mengungkap peristiwa berdarah di balik temuan menggemparkan tersebut. (dre)
Editor : Ibnu Yunianto