Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jambret Sasar Pedagang Subuh di Dalung, Kalung Emas Korban Putus Saat Ditarik Pelaku

I Wayan Widyantara • Jumat, 6 Maret 2026 | 07:45 WIB

 

RAMPAS KALUNG: Polisi datangi pedagang (korban) untuk minta keterangan lebih lanjut
RAMPAS KALUNG: Polisi datangi pedagang (korban) untuk minta keterangan lebih lanjut

BADUNG, radarbali.jawapos.com – Seorang pedagang perempuan menjadi korban penjambretan saat sedang mempersiapkan dagangannya di sebuah warung di wilayah Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Kamis (5/3/2026) dini hari.

Pelaku yang datang menggunakan sepeda motor berhasil merampas sebagian kalung emas milik korban sebelum melarikan diri.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.53 WITA di Jalan Pandu, Banjar Dukuh, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara. Saat kejadian, situasi di sekitar lokasi masih relatif sepi karena aktivitas masyarakat belum ramai.

 Baca Juga: Klungkung Diterjang Angin Kencang: Bale Pesandekan Rata dengan Tanah, Pohon Tumbang Timpa Lapangan Tembak

PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, membenarkan adanya laporan kasus penjambretan yang menimpa seorang pedagang bernama Siti Juariyah (64).

”Benar, telah terjadi dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau jambret yang menimpa seorang pedagang saat sedang mempersiapkan dagangannya di warung miliknya di wilayah Dalung,” ujar Inastuti saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).

Korban diketahui merupakan warga asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang sehari-hari berjualan di warung milik keluarganya yang dikenal sebagai Warung Bu Riska. Saat kejadian, korban sedang menata dagangan berupa ikan segar yang akan dijual kepada pelanggan.

Menurut keterangan kepolisian, kejadian bermula sekitar pukul 04.30 WITA ketika korban mulai mempersiapkan dagangannya. Beberapa menit kemudian, tepatnya sekitar pukul 04.53 WITA, pelaku tiba-tiba datang menggunakan sepeda motor jenis Honda PCX dari arah utara.

 Baca Juga: Aduh! Carut-Marut TPA Suwung Diusut Bareskrim, Menteri LH: Masuk Tahap Penyidikan Tingkat Tinggi

”Pelaku datang seorang diri menggunakan sepeda motor, kemudian memarkirkan kendaraannya di depan warung korban. Saat korban sedang merapikan dagangan dengan posisi menghadap ke arah timur, pelaku mendekati korban dari arah belakang dan langsung menarik kalung yang dikenakan korban,” jelas Inastuti.

Tarikan tersebut cukup kuat hingga menyebabkan kalung emas yang dikenakan korban putus. Korban bahkan sempat terdorong sekitar satu meter dari posisi awal berdirinya akibat tarikan pelaku.

”Akibat kejadian tersebut, kalung korban terputus dan pelaku hanya berhasil membawa sebagian kalung, diperkirakan sekitar seperempat bagian,” kata Inastuti.

 Baca Juga: Wow! Jarak Jelajah 2.000 KM, Rudal Khorramshahr-4/ Kheibar Iran Ini Seandainya di Denpasar Bisa Jangkau Singapura atau Darwin,Australia

Teriakan korban yang meminta pertolongan sempat didengar oleh saksi di lokasi. Saksi bernama Riska Lestari (25), yang merupakan cucu korban sekaligus pedagang di warung makan yang berada tepat di sebelah lokasi kejadian, segera mendatangi korban untuk memastikan kondisinya.

”Saksi yang berada di warung sebelah mendengar teriakan korban, kemudian langsung mendatangi korban untuk memastikan keadaannya. Sementara pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah selatan,” ujar Inastuti.

Pelaku diketahui kabur melalui Jalan Raya Dama, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara. Hingga saat ini, identitas pelaku masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

 Baca Juga: Prediksi Cuaca Bali Hari Ini, Jumat (6/3/2025): Waspada, Angin Kencang Belum Hilang

Dari hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), diketahui warung milik korban berada di pinggir Jalan Pandu Dalung sisi timur dan menghadap ke arah barat. Lokasi tersebut juga dilengkapi kamera pengawas atau CCTV yang mengarah ke jalan.

”Di lokasi terdapat satu unit CCTV yang mengarah ke Jalan Pandu Dalung. Rekaman tersebut menunjukkan pelaku datang dari arah utara menggunakan sepeda motor Honda PCX sebelum melakukan aksinya,” jelas Inastuti.

Dalam rekaman CCTV tersebut, terlihat pelaku mendekati korban dari belakang lalu secara paksa menarik kalung yang dikenakan korban. Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung meninggalkan lokasi.

Selain CCTV di lokasi kejadian, polisi juga memeriksa rekaman kamera pengawas dari beberapa titik lain di sekitar jalur yang diduga dilalui pelaku.

Berdasarkan hasil pengamatan dari CCTV di kawasan Joglo Dalung, terduga pelaku sempat terlihat melintas antara pukul 04.48 WITA hingga 04.52 WITA. Namun kualitas rekaman tidak cukup jelas sehingga ciri-ciri pelaku sulit diidentifikasi secara detail.

Sementara itu, rekaman CCTV dari sebuah usaha laundry di Jalan Raya Padonan, Tibubeneng, juga memperlihatkan terduga pelaku melintas sekitar pukul 04.54 WITA dengan arah menuju selatan.

”Terduga pelaku terlihat melintas di CCTV Ari Laundry sekitar pukul 04.54. Namun gambarnya juga tidak terlalu jelas sehingga identifikasi masih terbatas,” kata Inastuti.

Dari hasil analisis sementara, polisi menduga pelaku memiliki ciri-ciri berbadan kurus dengan tinggi sekitar 175 sentimeter. Saat beraksi, pelaku mengenakan helm Honda berwarna hitam, jaket abu-abu, celana panjang warna gelap, serta masker hitam.

Pelaku juga diduga menggunakan sepeda motor Honda PCX berwarna hitam tanpa pelat nomor kendaraan.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil yang diperkirakan mencapai sekitar Rp1 juta, yakni nilai dari seperempat bagian kalung emas yang berhasil dibawa kabur oleh pelaku.

Meski demikian, korban dilaporkan tidak mengalami luka serius dalam kejadian tersebut.

Pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah awal untuk mengungkap kasus tersebut. Di antaranya mendatangi lokasi kejadian, melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) terhadap saksi dan korban, serta menelusuri rekaman CCTV di sejumlah titik.

”Saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Kami juga terus melakukan penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi pelaku,” ujar Inastuti.

Ia menambahkan bahwa peristiwa tersebut diduga sengaja memanfaatkan situasi subuh hari yang masih relatif sepi.

”Diduga pelaku memanfaatkan kondisi lingkungan yang masih sepi pada waktu subuh untuk melancarkan aksinya terhadap korban yang sedang mempersiapkan dagangan,” jelasnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para pedagang yang beraktivitas pada dini hari, agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap potensi tindak kejahatan.

”Kami mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di waktu-waktu sepi. Apabila melihat aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” pungkas Inastuti.***

Editor : M.Ridwan
#dalung #jambret #Jambret Kalung