RADAR BALI - Aparat kepolisian kini tengah memburu dua orang terduga pelaku penusukan yang menewaskan warga negara asing (WNA) asal Belanda, Rene Pouw (49 tahun).
Insiden berdarah tersebut terjadi di teras Villa Amira Nomor 1, Banjar Anyar Kelod, Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, pada Senin (23/3) malam.
Berdasarkan keterangan dari saksi di lokasi kejadian, polisi telah mengidentifikasi ciri-ciri awal kedua pelaku.
Berdasarkan pemeriksaan tiga saksi, pelaku berjumlah dua orang dan mengendarai sepeda motor matik.
Pelaku pertama (pengendara) menggunakan jaket ojek online berwarna hitam-hijau, helm hitam, dan masker biru.
Pelaku kedua (penumpang) mengenakan baju berwarna oranye. Saat kejadian, pelaku ini dilaporkan tidak mengenakan helm maupun masker.
"Dugaan awal dua orang pelaku yang sempat dilihat oleh saksi dengan ciri-ciri satu pelaku menggunakan jaket ojol berwarna hitam hijau," ungkap sumber di Polres Badung.
Peristiwa ini bermula saat Rene Pouw baru saja kembali dari jalan-jalan bersama kekasihnya yang bernama Pujiati, warga Legian, Kuta Utara.
Korban diketahui tinggal di vila nomor 3. Namun, setibanya di area vila nomor 1, mereka berpapasan dengan kedua pelaku yang bergerak ke arah mereka.
Menyadari adanya ancaman, Pouw segera meminta Pujiati masuk ke dalam vila dan mengunci pintu demi keselamatan.
Naas, Pouw kemudian diserang menggunakan pisau hingga menderita luka robek terbuka yang parah di sekujur tubuhnya.
Setelah menusuk korban, pelaku sempat mendatangi vila nomor 3 untuk mencari Pujiati.
Beruntung, saksi berhasil menyelamatkan diri dengan bersembunyi di vila nomor 4 yang kondisinya saat itu sedang gelap.
Kedua pelaku lantas kembali ke lokasi korban Rene Pouw yang terkapar bersimbah darah dan kembali melakukan penusukan.
Korban Meninggal Dunia
Meski sempat dilarikan ke RS BIMC setelah para pelaku melarikan diri, nyawa Rene Pouw tidak tertolong.
Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.29 WITA akibat kehabisan darah.
Ayu menegaskan bahwa motif sementara tidak mengarah pada perampokan karena tidak ada barang berharga milik korban yang hilang.
Saat ini, Kepolisian Resor Badung masih terus melakukan penyelidikan mendalam dengan mengumpulkan bukti-melihat rekaman pengawas serta memeriksa keterangan saksi-saksi guna mengungkap identitas pasti dan menangkap para pelaku.
Saksi yang dimintai keterangan adalah pemilik vila, warga Banjar Anyar Kelod, dan saksi korban Pujiati. ***
Editor : Ibnu Yunianto