SINGARAJA, Radar Bali.id – Hanya karena masalah sepele, aksi kekerasan antarremaja kembali terjadi di wilayah hukum Polres Buleleng. Seorang remaja berinisial KAW,15, nekat menganiaya KMPU,18, yang usianya lebih tua, di pinggir jalan raya.
Ironisnya, pelaku dan korban ternyata masih memiliki hubungan keluarga dan berasal dari desa yang sama, yakni Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng.
Baca Juga: Cinta Ditolak, Pembacok Mahasiswi UIN Suska Aniaya Korban dengan Parang dan Kapak
Aksi penganiayaan brutal ini dipicu oleh rasa sakit hati dan ketersinggungan pelaku yang emosi karena tidak diajak oleh korban untuk pergi mendaki gunung.
Tantangan Berkelahi Lewat WhatsApp
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, kesalahpahaman pribadi ini memuncak ketika pelaku yang masih di bawah umur tersebut nekat menantang korban untuk berduel melalui pesan singkat WhatsApp.
"Peristiwa ini dipicu kesalahpahaman pribadi. Pelaku merasa tersinggung karena tidak diajak mendaki gunung," ujar Iptu Yohana pada Senin (30/3/2026).
Mendapat tantangan tersebut, korban KMPU pun mengiyakan dan datang lebih awal ke lokasi yang telah disepakati bersama, yaitu di depan Setra (kuburan) Desa Adat Munduk, pinggir Jalan Raya Banyuatis - Wanagiri pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 20.00 Wita.
Dikeroyok dan Alami Luka di Wajah
Beberapa menit berselang, pelaku KAW datang ke lokasi kejadian dengan membonceng seorang pria yang tidak dikenal oleh korban. Tanpa banyak bicara atau memberikan aba-aba, pelaku langsung turun dari sepeda motor dan menghujani korban dengan pukulan serta tendangan secara berulang-ulang.
Akibat aksi brutal tersebut, korban mengalami sejumlah luka cukup parah di bagian wajah. Orang tua korban yang tidak terima melihat kondisi anaknya langsung melarikan KMPU ke Rumah Sakit Umum (RSU) Shanti Graha untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Merasa keselamatannya terancam dan tidak terima dengan perlakuan pelaku, pihak keluarga korban akhirnya resmi melaporkan kasus penganiayaan ini ke Mapolsek Banjar pada Jumat (27/3/2026).
"Saat ini, jajaran Polsek Banjar masih terus melakukan pendalaman dan proses penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini," tutup Iptu Yohana. [*]
Editor : Hari Puspita