MANGUPURA, radarbali.jawapos.com– Kasus bentrok yang melibatkan empat remaja di kawasan Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, akhirnya diselesaikan secara damai melalui mediasi di Mapolsek Kuta Utara, Senin (30/3) sore WITA.
Insiden yang sempat viral di media sosial tersebut sebelumnya terjadi pada Minggu (29/3/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WITA di depan sebuah minimarket di Jalan Perumahan Dalung Permai.
Keempat remaja yang terlibat masing-masing berinisial IGAAWP, 20, IGAAI, 19, IGBYD, 18, dan IPYSY,19. Dalam proses mediasi, kedua belah pihak hadir didampingi oleh orang tua masing-masing serta difasilitasi oleh pihak kepolisian.
Baca Juga: Sengit! Denpasar Selatan Pimpin Klasemen SD, Perebutan Juara Umum Porjar Denpasar 2026 Memanas
Petugas Subbagian Penerangan Masyarakat (PS Kasubsipenmas) Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, menjelaskan bahwa kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan tanpa melanjutkan ke proses hukum. Kesepakatan ini dicapai setelah dilakukan dialog dan klarifikasi atas kronologi kejadian dari masing-masing pihak.
”Pihak pertama, yakni IGAAWP, IGAAI, dan IGBYD, telah menyampaikan permintaan maaf kepada pihak kedua, yaitu IPYSY. Kedua belah pihak juga sepakat untuk tidak saling menuntut terkait kerugian materiil yang timbul akibat insiden tersebut,” ujar Aiptu Inastuti, Selasa (31/3) siang.
Ia menambahkan, kesepakatan damai tersebut dituangkan secara resmi dalam surat pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh kedua belah pihak di atas materai sebagai bentuk komitmen untuk tidak mengulangi kejadian serupa di kemudian hari.
Baca Juga: 178 Ribu Siswa Diterima di PTN Jalur SNBP 2026, Persentase Kelulusan 21 Persen
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, perkelahian tersebut dipicu oleh kesalahpahaman. Saat itu, pihak pertama menggeber gas sepeda motor di dekat pihak kedua. Aksi tersebut memancing emosi salah satu rekan dari pihak kedua yang kemudian menendang motor pelaku.
Setelah melakukan tindakan tersebut, pelaku penendangan langsung melarikan diri dari lokasi.
Namun situasi yang sudah terlanjur memanas membuat pihak pertama melampiaskan kemarahan kepada pihak kedua yang masih berada di tempat kejadian. Pertikaian pun tidak terhindarkan hingga berujung aksi adu jotos.
Peristiwa tersebut sempat direkam oleh warga sekitar dan videonya tersebar luas di media sosial, sehingga menarik perhatian publik.
Aparat kepolisian kemudian bergerak cepat untuk mengamankan situasi serta memfasilitasi penyelesaian konflik agar tidak berlarut-larut.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Bali United di BRI Super League 2026: Ujian Berat Serdadu Tridatu di Bulan April
Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan remaja, untuk lebih bijak dalam berperilaku di jalan raya.
Aksi ugal-ugalan seperti menggeber motor tidak hanya berpotensi memicu konflik, tetapi juga membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
”Kami mengimbau agar masyarakat, terutama para remaja, menghindari tindakan yang dapat memancing emosi di jalan. Keselamatan dan ketertiban harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya.
Dengan tercapainya kesepakatan damai ini, kasus perkelahian tersebut dinyatakan selesai secara kekeluargaan, sekaligus menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar lebih mengedepankan komunikasi dan pengendalian diri dalam menghadapi situasi yang berpotensi konflik.***
Editor : M.Ridwan